Hervita Diatri, seorang dokter spesialis kejiwaan (psikiatri), mengungkapkan fakta bahwa kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan mental masih tergolong rendah. Hal ini tercermin dari sedikitnya proporsi masyarakat yang peduli dan akhirnya mengakses layanan pengobatan kesehatan jiwa.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), berikut adalah daftar lima laporan gangguan kejiwaan yang paling banyak dilaporkan oleh masyarakat:
- Skizofrenia
- Gangguan Panik
- Gangguan Depresi Unipolar
- Gangguan Bipolar
- Gangguan Spesifik Bicara dan Bahasa
Menurut Hervita, yang disampaikan dalam diskusi Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, skizofrenia menempati posisi teratas. Ia menambahkan bahwa gangguan panik dan kecemasan juga terdiagnosis dalam jumlah besar dan banyak yang menggunakan layanan JKN.
Skizofrenia: Gangguan Jiwa yang Paling Mendominasi
Skizofrenia adalah gangguan mental berat yang memengaruhi perilaku, emosi, dan kemampuan komunikasi penderitanya. Data WHO pada tahun 2020 memperkirakan sekitar 279 juta orang di dunia mengidap skizofrenia, dengan 20 juta di antaranya berada di Indonesia.
Rendahnya Angka Pencarian Pengobatan
Di balik data tersebut, Hervita menekankan bahwa angka itu belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Proporsi orang dengan gangguan jiwa yang benar-benar mencari pengobatan masih sangat kecil, yaitu hanya 1,9 dari setiap 1.000 orang.
Kondisi ini juga terlihat pada gangguan spesifik:
- Hanya 0,6% dari penderita gangguan depresi yang datang berobat.
- Hanya 2,3% dari pengidap gangguan bipolar yang mencari pertolongan medis.
Artinya, pemanfaatan layanan kesehatan, baik primer maupun melalui BPJS Kesehatan, masih jauh dari harapan.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Hervita juga menyoroti perlunya kesiapan sistem kesehatan. Pemerintah dan penyedia layanan kesehatan harus siap jika suatu hari nanti kesadaran masyarakat meningkat dan lebih banyak orang yang datang untuk berobat.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan layanan di rumah sakit umum. Puskesmas justru memegang peran krusial sebagai pilihan utama bagi banyak orang dengan gangguan jiwa. Saat ini, kapasitas rumah sakit di Indonesia dinilai hanya mampu menangani sekitar 30% dari total penderita skizofrenia.
Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih masif dan komprehensif untuk mendorong masyarakat peduli pada kesehatan mental sekaligus memperkuat layanan kesehatan jiwa di semua tingkat, terutama di fasilitas kesehatan primer.
Artikel Terkait
Orang Tua Kapten Kapal MT Honour 25 Cemas, Pemerintah Upayakan Mediasi dengan Perompak Somalia
Pria Diduga Gangguan Jiwa Gali Makam di Simalungun, Jenazah Korban Ditemukan 15 Meter dari Liang Lahat
Met Gala 2026 Usung Tema ‘Fashion Is Art’, Beyoncé hingga Rihanna Curi Perhatian
Harga Emas Antam Anjlok Rp35.000 per Gram dalam Sehari, Buyback Ikut Terkoreksi