✍🏻Suhair Nafal
Bagi Anda yang baru menyadari perjuangan Palestina dalam dua tahun terakhir, penting untuk memahami konteks sejarah yang sebenarnya.
Saya mulai mengadvokasi Palestina selama Genosida Gaza 2014, yang dikenal sebagai Operasi Protective Edge. Sejak saat itu, saya berkomitmen untuk mendedikasikan platform saya guna mengungkap rezim apartheid dan memperkuat suara rakyat Palestina yang sering dibungkam.
Kenangan di media sosial terus mengingatkan kita bahwa situasi ini tidak berubah. Jika Anda melihat unggahan saya selama 11 tahun terakhir, gambar dan ceritanya tetap sama pembantaian yang berulang, penderitaan yang tak kunjung usai. Apa yang disaksikan dunia akhir-akhir ini bukanlah hal baru, melainkan fase terkonsentrasi dari pembersihan etnis yang telah berlangsung puluhan tahun.
Selama 77 tahun, Israel secara sistematis menindas penduduk asli Palestina. Dari tahun 2014 hingga 2025, dokumentasi kekejaman yang sama terus berulang, seolah-olah waktu tidak bergerak. Kejahatan, penderitaan, dan genosida yang sama masih berlangsung hanya saja kini lebih banyak terekam dan disiarkan langsung.
Artikel Terkait
Golkar Makassar: Surat Diskresi untuk IAS Bukan Jaminan Otomatis Jadi Ketua DPD I Sulsel
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan