Mengungkap Jebakan Utang China di Balik Proyek Kereta Cepat Whoosh Indonesia
Proyek kereta cepat Whoosh kerap dipromosikan sebagai simbol kemajuan. Namun, di balik megahnya infrastruktur, terdapat analisis mendalam mengenai strategi China yang berpotensi menjerat Indonesia dalam skema utang.
Strategi Global China Melalui Skema Utang
Pertanyaan kritis muncul: mengapa China berani menawarkan proyek berteknologi tinggi ke Indonesia? Jawabannya terletak pada pola global yang telah mereka bangun sejak awal 2000-an. Saat ekspor China meledak, akumulasi modal dan pengaruh mereka pun meluas.
China menyadari sebuah prinsip: dunia tidak perlu dijajah dengan senjata. Cukup dengan memanfaatkan utang dan proyek infrastruktur.
Pola yang Terbukti: Laos dan Myanmar
Target awal China adalah negara-negara dengan ekonomi berkembang dan lokasi strategis, seperti Laos dan Myanmar. Dari sini, sebuah pola teridentifikasi: negara dengan tingkat korupsi tinggi lebih mudah diajak bekerja sama.
Belt and Road Initiative dan Negara yang Terjebak
Pada 2013, Presiden Xi Jinping meluncurkan Belt and Road Initiative (BRI) yang secara resmi bertujuan memacu pembangunan global. Namun dalam praktiknya, negara dengan pemerintahan korup paling rentan terjebak.
Beberapa contoh nyata termasuk Sri Lanka, Pakistan, Kenya, Zambia, dan Laos. Polanya konsisten: elit menikmati proyek, sementara rakyat menanggung cicilan utang.
Indonesia dan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Kini, Indonesia tampaknya menghadapi situasi serupa. Proyek kereta cepat Whoosh yang digadang-gadang sebagai kebanggaan nasional, justru menimbulkan beban finansial. Baru membayar bunganya saja, Indonesia sudah mengalami kesulitan keuangan belum termasuk pokok utangnya.
Sebelum menyalahkan pihak lain, pertanyaan reflektif perlu diajukan: Sudahkah Indonesia membersihkan diri dari praktik korupsi?
Kesimpulan
Proyek infrastruktur seperti Whoosh memang penting untuk pembangunan. Namun, kehati-hatian dalam kerja sama internasional dan penguatan tata kelola dalam negeri menjadi kunci agar Indonesia tidak terjebak dalam skema utang yang membebani generasi mendatang.
Artikel Terkait
Polda Kalbar Musnahkan 12 Kilogram Sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Narkoba
Mahfud MD Apresiasi Prabowo Undang Tokoh Kritis untuk Jembatani Kesenjangan Informasi
PBNU Tetapkan Jadwal Munas, Konbes, dan Muktamar ke-35 pada 2026
Rem Blong Truk Pasir Picu Tabrakan Beruntun di Exit Tol Cilegon Timur