Kemenag Tutup 25 Pesantren Aliran Keras dalam Program Deradikalisasi HSN 2025
Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan penutupan 25 pondok pesantren beraliran keras dalam rangkaian program Hari Santri Nasional 2025. Program deradikalisasi ini menyasar pesantren yang sebelumnya berada di bawah naungan Jamaah Islamiyah (JI) sebagai bagian dari penguatan pendidikan pesantren di Indonesia.
5.077 Santri Bergabung dengan Pesantren Mainstream
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa sebanyak 5.077 santri dari 25 pesantren tersebut telah berhasil direkonstruksi dan bergabung dengan pondok pesantren mainstream. Langkah ini merupakan implementasi pendekatan kemanusiaan dalam program deradikalisasi berbasis pendidikan.
Dukungan Publik untuk Kerukunan Beragama
Kebijakan ini sejalan dengan hasil survei Poltracking Indonesia yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap upaya menjaga kerukunan antarumat beragama mencapai 86,7%. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi dalam pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, disusul oleh keberhasilan menjaga kehidupan keagamaan (80,2%) dan menjaga persatuan bangsa (77,1%).
Implementasi Asta Protas Kemenag
Program deradikalisasi pesantren ini merupakan wujud nyata implementasi Asta Protas Kementerian Agama yang selaras dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang moderat dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Sergap Rotasi, Polri Geser Delapan Jenderal di Posisi Strategis
Banjir 2026: Ketika Kota-Kota Kita Terus Menenggelamkan Diri Sendiri
Gus Yaqut Penuhi Panggilan KPK, Kasus Kuota Haji 2023-2024 Menyandang Status Tersangka
Rapat Pleno PBNU Pulihkan Posisi Gus Yahya, Tegakkan Kembali Aturan Dasar