Perusahaan ini juga menerapkan program cuti khusus dua minggu setahun bagi karyawan untuk memperdalam agama Islam dan Al Quran secara bergilir.
Filosofi Hidup di Bawah Garis Kemampuan
Bu Mul mengungkapkan rahasia kesuksesannya dengan filosofi "hidup di bawah garis kemampuan". Baik saat kondisi keuangan terbatas maupun berlimpah, ia selalu merasa cukup dan tidak berlebihan dalam berbelanja.
Meski mampu berekspansi cepat, Bu Mul terkadang sengaja tidak membuka outlet baru selama beberapa tahun untuk fokus memperkuat internal perusahaan, termasuk menjaga kebersihan dan standar kesehatan di pabrik.
Belajar dari Kegagalan
Kisah inspiratif Bu Mul tidak lepas dari perjalanan panjangnya yang pernah mengalami delapan kali kebangkrutan sebelum akhirnya sukses dengan Dea Bakery. Pengalaman ini membuktikan bahwa jiwa wirausaha sejati akan selalu bangkit meski berkali-kali jatuh.
Kini Dea Bakery telah memiliki 52 outlet yang semuanya milik sendiri atau keluarga, menjadi bukti nyata kesuksesan UMKM asal Malang yang berkembang dengan prinsip-prinsip bisnis yang kuat.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral