Bahaya Cengkeh Lampung Tercemar Cs-137: Dampak Mengerikan untuk Kesehatan yang Diungkap WALHI

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 20:36 WIB
Bahaya Cengkeh Lampung Tercemar Cs-137: Dampak Mengerikan untuk Kesehatan yang Diungkap WALHI

Kontaminasi Radioaktif Cs-137 pada Cengkeh Lampung: Walhi Soroti Lemahnya Pengawasan Pemerintah

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung mengungkapkan temuan kasus dugaan cemaran zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada komoditas cengkeh di Lampung. Menurut organisasi lingkungan ini, kejadian ini mengindikasikan kelemahan sistem pengawasan pemerintah terhadap keamanan pangan dan lingkungan di provinsi tersebut.

Sejarah Pengulangan Kontaminasi Radioaktif

Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, menyatakan bahwa kasus kontaminasi radioaktif ini bukan merupakan insiden pertama. "Sebelumnya pernah ditemukan paparan radioaktif pada udang, dan kini terjadi pada cengkih," jelas Irfan. Pola berulang ini menunjukkan adanya celah sistemik dalam pengawasan keamanan pangan di Lampung.

Pentingnya Investigasi Sumber Kontaminasi

Irfan menekankan perlunya investigasi mendalam untuk melacak sumber pasti kontaminasi radioaktif Cs-137 tersebut. "Pemerintah perlu menelusuri apakah sumbernya berasal dari lahan pertanian atau dari tempat transit dan gudang penyimpanan di Pulau Jawa," tegasnya. Ia juga merujuk pada kasus sebelumnya di mana cemaran radioaktif pada udang diketahui menyebar dari salah satu provinsi di Jawa.

Dampak Bahaya Radioaktif bagi Kesehatan dan Lingkungan

Paparan zat radioaktif seperti Cs-137 memiliki konsekuensi serius bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. "Zat radioaktif dapat memicu kanker pada manusia, sementara lingkungan akan mengalami kerusakan dan kontaminasi jangka panjang," papar Irfan. Bahaya ini mempertegas urgensi penanganan kasus kontaminasi radioaktif secara komprehensif.

Potensi Dampak Luas pada Sektor Pertanian

Irfan menyoroti kemungkinan dampak luas jika sumber kontaminasi benar-benar berasal dari lahan pertanian. "Jika benar dari lahan pertanian, maka komoditas lain di daerah tersebut kemungkinan besar juga tercemar. Ini menjadi persoalan besar bagi sektor pertanian Lampung," ungkapnya. Skenario ini memerlukan investigasi menyeluruh untuk memetakan tingkat kontaminasi secara akurat.

Desakan untuk Memperketat Sistem Pengawasan

Walhi Lampung mendesak pemerintah untuk segera memperketat standar pengawasan produk pertanian, baik untuk ekspor maupun distribusi pasar domestik. "Pemerintah harus memperkuat sistem pengawasan dan memastikan tidak ada komoditas tercemar yang lolos ke pasar," tegas Irfan. Langkah ini dianggap crucial untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar