Bayi Rp 8 Juta Terjual di TikTok: Modus Pelaku yang Bikin Geram

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 07:20 WIB
Bayi Rp 8 Juta Terjual di TikTok: Modus Pelaku yang Bikin Geram

Warga Semarang Jual Bayi Kandung Sendiri Seharga Rp 8 Juta, Ini Modusnya

Palembang - Seorang ayah tega menjual bayi kandungnya sendiri karena alasan ekonomi. Pelaku, Yudi Surya Pratama (24), warga Semarang, ditangkap polisi bersama tiga tersangka lainnya setelah menjual bayi pertama dari istri keduanya.

Alasan Ekonomi Jadi Motif Penjualan Bayi

Yudi mengaku melakukan tindakan kriminal ini karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak stabil. Saat diinterogasi di Polda Sumsel, Palembang, ia mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap dan hidup dalam kekurangan.

"Karena faktor ekonomi kami, Pak. Kami belum punya tempat tinggal, dan hidup kami serba kekurangan. Saya sehari-hari kerja sebagai buruh di perusahaan tebu," ujar Yudi, Jumat (24/10/2025).

Persetujuan Istri dan Pencarian Pembeli di Media Sosial

Yudi mengklaim aksi penjualan bayi ini telah dibicarakan dan mendapat persetujuan dari istrinya. "Istri saya itu setuju, kita sama-sama ngobrol Pak, sama-sama punya inisiatif," katanya.

Untuk menemukan pembeli, Yudi mencari melalui media sosial dengan kata kunci "adopsi bayi". Gayung bersambut, tawarannya mendapat respons dari calon pembeli.

Modus dan Komplotan Penjualan Bayi

Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Johannes Bangun menjelaskan Yudi ditangkap bersama tiga tersangka lain. Mereka adalah Riska Dwi Yanti (37), Fernando Agustio (30), dan istrinya Rini Apriyani (30), semua warga Palembang.

Kejahatan ini berawal dari komunikasi Yudi dengan Riska melalui TikTok. Riska awalnya memposting unggahan berpura-pura hendak mengadopsi bayi. Yudi kemudian berkomentar dan berlanjut ke chat pribadi.

Riska mengaku membantu temannya, Rini dan Fernando, yang sedang mencari bayi untuk dibeli. Rencananya, bayi tersebut akan dijual kembali seharga Rp 25 juta. Yudi dan Riska masing-masing dijanjikan mendapat Rp 8 juta dari transaksi ini.

Diduga Bukan Kali Pertama

Polisi menduga komplotan ini telah beberapa kali melakukan aksi serupa di wilayah Sumsel, khususnya Palembang. Investigasi masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan penjualan bayi ini lebih lanjut.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar