Apt. Mohamad Kashuri, S.Si., M.Farm., Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM, mengapresiasi terobosan ini. "Kami menyampaikan apresiasi yang tulus kepada PT Bintang Toedjoe atas terobosan dalam membangun ekosistem jahe merah yang komprehensif," ujarnya.
Pengakuan WHO untuk Herbal Indonesia
Dr. Kim Sungchol, Kepala WHO-IRCH, memandang langkah Bintang Toedjoe sebagai contoh ideal bagaimana industri herbal dapat berkontribusi bagi kesehatan global. "WHO-IRCH berperan sebagai platform global untuk memperkuat kolaborasi dan konvergensi regulasi di bidang obat herbal," jelasnya.
Dalam pandangannya, apa yang dilakukan Bintang Toedjoe sejalan dengan konsep "Local Wisdom for Global Health". Kearifan lokal Indonesia, seperti jahe merah, memiliki potensi strategis untuk menjawab tantangan kesehatan global.
Komitmen untuk Masa Depan Herbal Indonesia
Fanny Kurniati, Presiden Direktur PT Bintang Toedjoe, menyatakan komitmen perusahaan untuk menjaga standar tertinggi dalam regulasi, mutu, dan inovasi berkelanjutan. Dengan dukungan Kalbe Group yang memiliki 14 fasilitas produksi berstandar internasional dan lebih dari 16.000 karyawan, Bintang Toedjoe memiliki pondasi kuat untuk melangkah lebih jauh di panggung global.
Sinergi antara pemerintah, industri, lembaga penelitian, akademisi, dan organisasi internasional seperti WHO menjadi kunci menuju masa depan kesehatan yang lebih baik dan posisi Indonesia sebagai pusat herbal dunia.
Artikel Terkait
Kepala BNN Buka Suara Soal Hebohnya Tren Gas Tertawa di Media Sosial
Prabowo dan Warisan Anti-Nepotisme di Tengah Sorotan Kekinian
DPR Sahkan Adies Kadir Maju ke Mahkamah Konstitusi
Rapat Paripurna DPR Diawali Duka, Agenda Fit and Proper Test Tetap Berjalan