Laode Ida Bocorkan Skema Jokowi Kunci Loyalitas Menteri & Elite Partai, Tom Lembong Termasuk?

- Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:25 WIB
Laode Ida Bocorkan Skema Jokowi Kunci Loyalitas Menteri & Elite Partai, Tom Lembong Termasuk?

Laode Ida Bongkar "Perangkap Proyek" Jokowi untuk Kunci Loyalitas Menteri dan Petinggi Partai

Mantan Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida, mengungkap adanya sebuah sistem bernama "perangkap proyek" di balik pemerintahan Presiden Jokowi. Sistem ini diduga menjadi kunci kelancaran pemerintahan dengan cara mengamankan loyalitas para menteri dan pimpinan partai.

Mekanisme Perangkap Proyek untuk Kendalikan Loyalitas

Dalam sebuah siniar di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Laode Ida menjelaskan mekanisme "perangkap proyek". Sistem ini bekerja dengan cara memberikan wewenang mengelola proyek-proyek pemerintah kepada para menteri dan penentu kebijakan.

"Proyek itu dikelola oleh para menteri itu dan sama-sama memperoleh bagian atau sama-sama saling menguntungkan," ujar Laode Ida. Dengan adanya pembagian keuntungan ini, para pejabat tinggi menjadi terikat dan sulit untuk menentang kebijakan presiden.

Tom Lembong Jadi Contoh Akibat Pembangkangan

Laode Ida menegaskan adanya konsekuensi serius bagi yang berani melawan. Ia menuding nasib mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong, sebagai contoh nyata akibat pembangkangan.

"Kalau sudah dikasih bagian mengelola proyek lalu membangkang, ah itulah Tom Lembong," tegasnya. Pernyataan ini merujuk pada tekanan yang dialami Tom Lembong setelah bergabung dengan kubu Anies Baswedan.

Pemerintahan Mulus dengan Warisan Bom Waktu Hukum

Strategi "perangkap proyek" ini menciptakan pemerintahan yang berjalan sangat mulus bagi Jokowi. Laode menegaskan inilah alasan Jokowi mudah merealisasikan kebijakan tanpa penolakan signifikan dari kabinet atau partai koalisi.

Namun, Laode memperingatkan bahwa sistem ini meninggalkan warisan problematik. Beberapa menteri era Jokowi namanya tercium dalam berbagai kasus dugaan korupsi, dengan laporan yang telah masuk ke Kejaksaan dan KPK namun belum diproses tuntas.

Warisan sistemik ini kini menjadi tanggung jawab pemerintahan Prabowo Subianto untuk diselesaikan, dalam dinamika politik yang masih terikat masa lalu.

Sumber: konteks

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar