Strategi politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang merahasiakan sosok Ketua Dewan Pembina dengan inisial Mr J dinilai sudah tidak lagi efektif menarik perhatian publik. Menurut pengamat, masyarakat kini lebih fokus pada isu substansial ketimbang gimmick politik simbolis.
Direktur Eksekutif Survei dan Poling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menilai strategi PSI tersebut justru terkesan basi dan tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. "Memperbaiki daya beli masyarakat dan stabilisasi harga kebutuhan pokok jauh lebih menarik bagi masyarakat ketimbang peduli soal siapa Mr J di PSI," ujar Igor dalam keterangannya.
Lebih lanjut Igor menjelaskan bahwa merahasiakan nama seseorang dalam struktur partai politik justru tidak menciptakan diskursus berkepanjangan di kalangan publik yang melek politik. "Gimmick semacam itu sudah basi dan membosankan," tegasnya.
Alih-alih berhasil mencuri perhatian, strategi misteri Mr J justru tenggelam seiring waktu. Publik dinilai lebih tertarik pada isu-isu yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Salah satu contoh yang disebutkan adalah gaya komunikasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang justru menjadi magnet perbincangan baru.
"Apa yang diungkapkan Menkeu Purbaya saat ini jauh lebih menarik ketimbang wacana soal Mr J di PSI," pungkas Igor menegaskan.
Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/12/682952/mr-j-psi-dikalahkan-anak-buah-prabowo-
Artikel Terkait
Indonesia Siap Jadi Pusat Dialog Islam Moderat Dunia Lewat Konferensi Imam Masjid Internasional 2026
Andi Taletting Langi Resmi Pimpin IKA Ilmu Politik Unhas, Canangkan Lima Program Prioritas
Petani Papua Siap Bergabung dalam Program Cetak Sawah, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp5 Triliun
Guru Besar Hukum UI Kritik Gaya Kepemimpinan Prabowo: Presiden Dinilai Abaikan Peran Teknokrat dan Birokrasi Kemlu