Detik-Detik Haru Azan Berkumandang di Gaza Usai Kesepakatan Damai
Suasana haru menyelimuti Kota Gaza setelah kesepakatan damai antara Hamas dan Israel resmi diberlakukan. Untuk pertama kalinya dalam kurun waktu yang lama, suara azan kembali berkumandang dengan merdu di langit Gaza yang sempat porak-poranda akibat serangan.
Momen penuh emosi ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh seorang warga Gaza, @rahaffagha, di platform Instagram. Dalam video tersebut, terdengar jelas lantunan azan yang mengumandang, disusul dengan tangis haru warga yang menyaksikan dan mendengarnya langsung. Azan ini tidak hanya menjadi seruan ibadah, tetapi juga disimbolkan sebagai tanda perdamaian dan ketabahan rakyat Palestina.
Unggahan tersebut disertai dengan narasi yang menggambarkan perasaan lega dan syukur. "PERANG SUDAH BERAKHIR. Kami mendengar beritanya, tapi kami tak percaya bahwa itu benar-benar akan terjadi. Namun ternyata memang terjadi, dan aku berharap inilah benar-benar akhirnya," tulis akun tersebut.
Pembukaan Perbatasan Rafah sebagai Bagian dari Kesepakatan
Sebagai bagian dari implementasi kesepakatan, Israel dikabarkan akan membuka perbatasan Rafah. Langkah ini memungkinkan warga Jalur Gaza yang berada di luar negeri untuk kembali ke kampung halaman mereka. Pemerintah Israel dilaporkan telah berkoordinasi dengan otoritas Mesir mengenai persiapan teknis pembukaan perbatasan ini, meski jadwal pastinya masih menunggu kepastian.
Jika terwujud, ini akan menjadi pertama kalinya perbatasan Rafah dibuka bagi repatriasi warga Gaza sejak konflik memanas pada 7 Oktober 2023. Sebuah laporan dari stasiun radio Israel, Army Radio, menyatakan, “Untuk pertama kali sejak 7 Oktober 2023, warga Gaza yang meninggalkan Jalur Gaza dari Mesir akan diizinkan kembali.”
Proses pemulangan warga Gaza ini dikabarkan akan dimulai setelah semua mekanisme dan persyaratan kesepakatan, termasuk ruang lingkup kerja dan proses lainnya, final dan ditandatangani bersama Mesir. Poin pembukaan perbatasan Rafah ini disebut-sebut tercantum dalam lampiran kesepakatan gencatan senjata, yang merupakan bagian dari rencana perdamaian yang lebih besar.
Selain untuk kepulangan, perbatasan Rafah juga akan diizinkan untuk digunakan warga yang ingin meninggalkan Jalur Gaza menuju Mesir, memberikan sedikit keleluasaan pergerakan bagi penduduk.
Artikel Terkait
Bupati Bone Resmi Buka Rakor GTRA 2026, Dorong Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat
BMKG: Cuaca Makassar Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini, Tak Ada Potensi Hujan Signifikan
Dua Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Sidoarjo, Berawal dari Mobil Diduga Dikemudikan Sopir Mengantuk
Federasi Iran Klaim Jatah Tiket Piala Dunia 2026 Dicabut Sepihak, Suporter Terancam Gagal Nonton