Anak korban, US, mengatakan bahwa ayahnya selama ini tinggal bersama istrinya yang sedang sakit. Ia menjelaskan bahwa ayahnya memiliki gangguan pendengaran, sehingga kemungkinan tidak sepenuhnya memahami situasi yang terjadi. “Menurut keterangan bapak, dia pulang dari sawah. Lalu katanya datang pelaku menawarkan pijat, mungkin dia ingin dipijat. Tapi mungkin si pelaku malah berbuat yang lain-lain,” kata US. Ia juga menuturkan bahwa ia tidak tinggal serumah dengan orang tuanya, sehingga tidak mengetahui detail kejadian yang menimpa ayahnya.
Aksi cabul sesama jenis yang dilakukan OL ternyata bukan yang pertama. Selama lebih dari sebulan terakhir, kehadiran kakek itu sudah menimbulkan keresahan di kampung tersebut. Warga mencatat, OL kerap mencium, meraba, bahkan mengungkapkan ketertarikan kepada pria yang seusia dengannya. Awalnya, warga mengira OL hanyalah tukang pijat keliling biasa yang datang seminggu sekali. Namun, perilakunya makin lama makin aneh dan agresif, di mana beberapa bapak-bapak di kampung itu mengaku pernah menjadi korban.
Sumber: ntvnews
Artikel Terkait
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik
Sidang Praperadilan Yaqut Ditunda, KPK Absen di Persidangan Perdana
Pantai Akkarena Makassar: Destinasi Favorit Warga dengan Pemandangan Senja Memikat
Banjir Rendam Sejumlah Titik di Makassar, Tello Baru Terparah