HARIAN, JAKARTA – Lagi-lagi, isu naturalisasi menghangat di tubuh PSSI. Kali ini, fokusnya jelas: mencari penyerang baru buat Timnas Indonesia. Mereka butuh amunisi segar di lini depan, dan prosesnya digeber cepat-cepat. Salah satu nama yang mencuat adalah Luke Vickery. Pemain ini siapa, sih?
Memang, saat ini ada beberapa nama seperti Ramadhan Sananta atau Hokky Caraka. Ada juga Jens Raven dan Mauro Zijlstra. Tapi, ya itu, banyak yang bilang mereka belum bisa menyamai kelasnya Ole Romeny. Kekosongan itu yang mau diisi.
“Kami melihat bahwa tambahan amunisi di lini depan sangat penting untuk meningkatkan daya saing Timnas,” jelas seorang sumber dalam PSSI.
Jadi, jalan pintasnya ya naturalisasi. Carilah pemain keturunan yang berkarier di Eropa atau liga-liga top Asia untuk segera ditarik. PSSI berharap prosesnya nggak lama-lama, biar pemain baru itu bisa langsung turun dan bantu Timnas di kompetisi mendatang.
Luke Vickery, Si Striker yang Diincar
Nah, dari sekian banyak kandidat, Luke Vickery disebut-sebut yang paling potensial. Pemain berdarah Indonesia kelahiran Hawaii ini sekarang main di A-League Australia, tepatnya untuk Macarthur FC. Musim ini, catatannya lumayan: 4 gol dan 1 assist dari 19 penampilan. Total, dia sudah bermain sekitar 1.154 menit.
Konon, Vickery sudah ngobrol dengan pelatih anyar Timnas, John Herdman. Lewat kanal YouTube Yussa Nugraha, dia kasih sinyal kuat kalau dia siap dipanggil. Dia merasa bisa jadi solusi buat masalah serangan Garuda.
“Saya bisa bermain sebagai striker, tapi biasanya bermain sebagai pemain sayap. Mau penyerang sayap kiri atau kanan tidak masalah. Saya suka keduanya. Aku bisa menggunakan kedua kaki,” katanya.
Dari Supersub ke Pilar Utama
Perjalanan Vickery di Australia cukup menarik. Sebelum gabung Macarthur FC, dua musim sebelumnya dia habiskan di West United Melbourne. Di sana, nasibnya kurang beruntung: cuma jadi pemain cadangan, masuk lapangan paling 5-10 menit di akhir laga.
“Dua musim terakhir saya berada di West United di Melbourne. Di sana saya tidak benar-benar bermain terlalu banyak. Secara keseluruhan mungkin 10 pertandingan sebagai pemain supersub, bermain selama 5-10 menit,” bebernya.
Sekarang, situasinya berubah total. Di Macarthur, dia dapat kepercayaan lebih. Dan itu dia rasakan sebagai tantangan sekaligus peluang emas. “Pertama untuk tim, menurutku kami belum menemukan permainan yang terbaik sebagai tim dengan banyak pemain yang berkualitas. Aku pikir kami bisa meraih hasil yang lebih baik di klasemen,” ujarnya.
Persaingan di A-League memang ketat banget. “Semua tim saling mengalahkan. Kami masih berada di peringkat top 6 atau bahkan lebih tinggi lagi. Target utama kami adalah peringkat setinggi mungkin dan masuk final. Jadi pertandingan minggu ini akan menjadi sangat penting. Jadi harus bisa menang di setiap pertandingan,” pungkas Luke soal target klubnya.
Di balik itu, ada rasa terima kasih yang besar pada klub barunya. Kepercayaan yang diberikan pelatih dan manajemen Macarthur FC dia anggap sebagai sesuatu yang harus dibayar dengan performa.
“Aku mendapatkan lebih banyak menit bermain, kepercayaan dari pelatih. Mereka percaya kepadaku sejak awal dan bergabung dengan Macarthur FC sungguh luar biasa. Saya tidak bisa hanya berterima kasih kepada mereka, saya merasa telah membayar mereka. Saya ingin terus membalas kebaikan mereka dan kepercayaan yang sudah mereka berikan dengan mencetak gol dan kerja keras,” tutupnya.
Jadi, tinggal tunggu saja langkah selanjutnya dari PSSI. Apakah Luke Vickery benar-benar akan segera mengenakan jersey merah putih? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Manchester United Siapkan Skuad Baru untuk Musim 2026/2027 Usai Pastikan Tiket Liga Champions
PSM Makassar Hadapi Tiga Laga Penentu Nasib di Liga 1: Lawan Arema, Persib, dan Madura United
Thales Lira Kirim Kode ke PSS Sleman Usai Tersingkir dari Skuad Persija
Beckham Putra Tantang Persija: Siap Cetak Gol dan Selebrasi di SUGBK