Rangkaian Pertemuan dan Kronologi Hubungan
Masih berdasarkan laporan yang sama, disebutkan bahwa pertemuan antara Hilda dan Pratu RH tidak terjadi sekali. Mereka diduga beberapa kali bertemu di sebuah hotel di Kendari pada bulan Juli, Agustus, dan September 2025. Laporan tersebut juga menuliskan waktu dan lokasi yang cukup detail terkait pertemuan keduanya, memperkuat dugaan pelanggaran yang kini diselidiki militer.
Penanganan oleh Polisi Militer Denpom XIV/3 Kendari
Kasus ini kini resmi ditangani oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari. Berdasarkan dokumen internal yang tersebar, Pratu RH telah mengakui perbuatannya dan langsung diamankan ke Denpom Kendari pada 22 September 2025 untuk menjalani penahanan sementara. Sementara itu, Hilda Pricillya dilaporkan belum dapat dimintai keterangan karena mengalami penurunan kondisi kesehatan. Pihak Denpom Kendari masih melakukan pendalaman sebelum mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik.
Dampak di Lingkungan Militer dan Dunia Digital
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan unsur pelanggaran disiplin di lingkungan militer serta menyangkut nama institusi. Dalam sistem militer, tindakan seperti ini dikategorikan sebagai pelanggaran berat terhadap kode etik prajurit. Di sisi lain, fenomena viralnya video dan bocornya surat internal menunjukkan betapa cepatnya informasi pribadi dapat menyebar di era digital. Dalam waktu singkat, peristiwa yang seharusnya menjadi ranah penyelidikan internal berubah menjadi isu nasional yang ramai diperbincangkan publik.
Sumber: independenmedia
Artikel Terkait
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah
Komnas HAM Tegaskan Kritik Kebijakan Pemerintah Adalah Hak yang Harus Dijamin
Laporan Ungkap Aliran Dana Terduga Teroris Lewat Binance, Pegawai Penyelidik Malah Diberhentikan
Tren Bukber Ramadan di Makassar Beralih ke Restoran dengan Konsep Estetik