Badan Narkotika Nasional (BNN) bakal melakukan penelitian terkait penggunaan ganja untuk kebutuhan medis. Penelitian akan dilakukan di laboratorium forensik milik BNN.
Hal itu disampaikan dalam rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/5/2025).
"Masalah ganja mohon izin, kami akan melakukan penelitian," kata Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom.
Dia mengatakan, penelitian ganja medis ini merupakan tindak lanjut atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK). BNN berencana menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Kami mohon waktu untuk melakukan penelitian, karena masalah ganja ini masalah yang memang lagi diperbincangkan apakah bisa dilegalkan untuk masalah kesehatan, kami butuh hasil riset yang lebih akurat," kata Marthinus.
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi III DPR Hinca Panjaitan menyinggung dua putusan MK atas uji materi undang-undang narkotika memerintahkan negara dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk melakukan uji riset penelitian, dan itu sudah 3 tahun yang lalu.
"Maka saya ingin bertanya kepada BNN karena di situ dalam struktur organisasi di bawah menkopolkam itu ada Menteri Kesehatan, pertanyaan saya sejauh mana komunikasi BNN dengan Kementerian Kesehatan terkait rencana penelitian ganja medis ini, ini penting dijawab karena itu perintah konstitusi," kata Hinca.
Sumber: era
Foto: Ilustrasi ganja medis. (Antara).
Artikel Terkait
Prabowo Diam, Polri Tetap di Bawah Presiden: Strategi atau Keengganan Reformasi?
Karpet Merah dan Kitab Kuning: Nurul Majalis, Ruang Bersama Anak Muda Merawat Ilmu
Seratus Tahun NU: Seruan Kembali ke Khittah di Tengah Keresahan
Sorot Mata yang Pudar: Trauma Bocah Cianjur Usai Diterjang Delapan Anjing Liar