MURIANETWORK.COM - Moeh Ghozali terus meratapi istrinya Salamah yang dibunuh anaknya sendiri, Imam Ghozali di rumah jalan Gunungsari RT 010 RW 009 Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari Semarang, Selasa (18/2/2025) malam.
Pelaku yang adalah anak pertama Moeh Ghozali dengan Salamah berhasil ditangkap pada Minggu (23/2/2025) setelah sempat buron beberapa hari.
Moeh lantas menuturkan tabiat anaknya itu.
Pelaku Imam Ghozali sebelumnya pernah meminta rumah yang ditempatinya.
"Adik-adiknya marah waktu itu. Kamu gimana wong tuo (orang tua) masih kok ngomong warisan," imbuhnya.
Menurutnya, pelaku sering membuat ulah ketika berada di luar rumah. Bahkan pelaku sempat akan dihajar massa.
"Anak saya bilang katanya mau di massa. Minta tolong ke ketua RT tetapi tidak berani. Yang berani menghadapi saya," katanya.
Dikatakannya pelaku diusianya 36 masih menganggur.
Kerjaannya hanya mabuk-mabukan dan mengkonsumsi pil koplo.
"Bahkan meminta warisan rumah untuk itu," ujarnya.
Tak Masalah Anaknya Dihukum Mati
Moeh sebagai orang tua meminta anaknya yang membunuh istrinya dihukum setimpal dengan perbuatannya.
Dirinya ikhlas ketika anak dihukum mati.
"Saya tidak masalah jika dihukum seberat-beratnya. Jika perlu dihukum mati" tegasnya.
Artikel Terkait
Jokowi Gencar Genjot PSI, Ambisi Tiga Periode Masih Menyala?
Dosen UI Soroti Bahaya Indonesia Jadi Stempel Zionis di Board of Peace
Menulis Ilmiah di Kampus: Antara Momok dan Hilangnya Tradisi Riset
Dialog Terbuka dan Ujian Nyata: Akankah Kedaulatan Kembali ke Rakyat?