Antrean Kendaraan Mulai Mengular di Bakauheni Jelang Puncak Arus Balik Lebaran

- Senin, 23 Maret 2026 | 13:20 WIB
Antrean Kendaraan Mulai Mengular di Bakauheni Jelang Puncak Arus Balik Lebaran

Suasana mulai ramai di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sejak pagi tadi. Ratusan mobil berdatangan, memadati area pelabuhan menjelang puncak arus balik Lebaran gelombang pertama besok, Selasa 24 Maret 2026. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan, terutama yang berpelat B dari Jabodetabek, sudah mengular menuju pintu masuk kapal.

Petugas dari kepolisian dan ASDP tampak sudah siaga penuh. Mereka bersiap mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan semakin padat nanti sore atau malam hari. Di beberapa titik, seperti buffer zone dermaga satu dan dua, pemandangan mobil-mobil mengantre sudah menjadi pemandangan biasa.

Lalu, kenapa banyak yang berangkat hari ini? Ternyata, para pemudik punya strategi sendiri. Mereka ingin menghindari kepadatan ekstrem yang biasanya terjadi tepat di hari puncak. Dengan berangkat lebih awal, perjalanan menuju pelabuhan diharapkan lebih lancar dan tidak terlalu melelahkan.

Meski ramai, arus lalu lintas dari arah Tol Trans Sumatera dan jalur arteri menuju Bakauheni masih dilaporkan lancar. Setidaknya, itu yang dirasakan oleh Erwin, seorang pemudik yang baru saja menyelesaikan perjalanannya dari Jambi menuju Bogor.

"Enggak, lancar-lancar, kita dekat dari Bandar Lampung. Enggak, lancar juga tahun yang lalu juga sama lancar. Iya, lancar-lancar," ujar Erwin, Senin (23/3/2026).

Di sisi lain, data dari ASDP Cabang Bakauheni per 22 Maret memberi gambaran lebih jelas. Tercatat 51.751 penumpang telah menyeberang dari tiga pelabuhan: Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu. Angka untuk kendaraan roda empat sendiri mencapai 7.407 unit. Jumlah yang tidak sedikit, dan dipastikan akan bertambah dalam beberapa jam ke depan.

Nuansa 'pulang perantauan' benar-benar terasa di sini. Mobil-mobil yang penuh dengan oleh-oleh dan kenangan, serta wajah-wajah yang masih tersisa senang meski harus kembali menghadapi rutinitas. Puncak arus balik memang belum tiba, tapi gelombang awalnya sudah mulai mengalir deras.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar