Bagi warga Palestina, Spanyol bukan sekadar negara yang berhasil melaju ke final Piala Dunia untuk kedua kalinya. Lebih dari itu, Spanyol telah menempatkan diri sebagai salah satu suara Eropa yang paling lantang membela hak-hak rakyat Palestina.
Fares Abulebda, seorang warga Palestina, menuliskan catatan pribadinya yang menyentuh. Ia mengaku bukan penggemar sepak bola. Namun, ia merasakan sesuatu yang jauh lebih dalam ketika Spanyol mencapai final Piala Dunia. Bagi banyak warga Palestina, Spanyol menjadi istimewa karena alasan lain.
"Ketika Gaza mengalami masa-masa tergelapnya, ada suara-suara di Spanyol yang menolak untuk diam," tulis Abulebda. Dari Madrid hingga Barcelona, Valencia, dan Sevilla, ribuan orang memenuhi jalanan membawa bendera Palestina, menyerukan keadilan.
Spanyol, menurut Abulebda, memilih untuk menempatkan kemanusiaan di pusat kebijakannya. Negara itu mengakui Negara Palestina, mengambil langkah untuk menghentikan aliran senjata, dan membiarkan suara solidaritas bergema di ruang publik. Tidak ada yang mengklaim Spanyol sempurna, tetapi posisinya jelas.
"Bagi warga Palestina, momen-momen ini tidak akan terlupakan. Karena ketika Anda mengalami penderitaan, Anda ingat siapa yang berpaling dan siapa yang memilih untuk berdiri di samping Anda," ujar Abulebda.
Ia mengucapkan selamat kepada Spanyol bukan semata karena prestasi sepak bola, melainkan karena orang-orang Spanyol yang membela hak warga Palestina untuk hidup bermartabat. "Pertandingan sepak bola berakhir. Trofi pada akhirnya akan berdebu. Tetapi kenangan akan mereka yang berdiri bersama Anda selama momen-momen tersulit akan tetap abadi," pungkasnya.
Dari Palestina, Abulebda menyampaikan terima kasih: "Terima kasih telah berdiri bersama kemanusiaan, telah membuka jalan-jalan Anda untuk solidaritas, dan telah mengingatkan kami bahwa dunia masih memiliki orang-orang yang peduli."
Artikel Terkait
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 16 Orang dalam Sehari, Enam Polisi Jadi Sasaran
Mbappe Akui Kesalahan Taktik dan Teknis di Balik Kekalahan Prancis dari Spanyol
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Mbappe Akui Timnya Gagal Tampil Maksimal
Mbappe Akui Prancis Gagal Redam Dominasi Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026