Enam belas warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza selama 24 jam terakhir. Agresi ini terjadi di tengah klaim gencatan senjata yang terus dilanggar oleh pihak Israel.
Serangan terbaru menyasar sejumlah titik di Gaza, termasuk permukiman warga dan kantor polisi. Korban jiwa dilaporkan meliputi warga sipil, anak-anak, dan anggota kepolisian Gaza.
Serangan ini merupakan bagian dari agresi Israel yang telah berlangsung selama 279 hari berturut-turut sejak Oktober 2023.
Empat Anggota Keluarga Tewas di Deir al-Balah
Di Gaza tengah, sebuah drone Israel menghantam apartemen milik keluarga Abu Qassem di dekat bundaran al-Baraka, Deir al-Balah. Empat anggota keluarga yang sama tewas dalam serangan itu.
Korban diidentifikasi sebagai Omar Sami Ahmad Abu Qassem (33), istrinya Asmaa Ghazi Abu Qassem, dan putri mereka yang berusia enam tahun, Habiba Omar Sami Abu Qassem.
Secara terpisah, sebuah drone Israel menjatuhkan bom di dekat bundaran Bani Suheila, timur Khan Younis, Gaza selatan. Dua warga Palestina juga tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan drone yang menyasar warga sipil di belakang Masjid Sheikh Ajleen, barat daya Kota Gaza. Kedua korban diidentifikasi sebagai Ali Shamlakh dan Nasser al-Louh.
Enam Polisi Tewas di Jabalia
Pada Selasa sore, pasukan Israel menyerang kantor polisi di kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara. Enam anggota kepolisian Gaza tewas dalam serangan tersebut.
Kementerian Dalam Negeri Gaza mengumumkan bahwa korban termasuk direktur kantor polisi kamp Jabalia, Mohammad Marwan Salem, serta para perwira dan personel lainnya: Mufid Mohammad Halaweh, Ghassan Akram al-Daqous, Ibrahim Faisal Mousa, Samih Ramadan al-Aswad, dan Abdul Malik Abdul Nasser Abu al-Jibain. Seorang warga sipil, Susan Abu Hindi al-Araj, juga dilaporkan tewas.
Saksi mata mengatakan pesawat pengintai Israel awalnya menembakkan dua rudal ke kantor polisi, lalu melancarkan dua serangan tambahan setelah warga sipil berkumpul di lokasi.
Empat Tewas di Gaza Selatan
Di Gaza selatan, empat warga Palestina tewas dalam serangan tambahan Israel. Bilal Abu Mousa, yang terlibat dalam pengamanan bantuan kemanusiaan, tewas di daerah al-Mawasi, barat Rafah. Tak lama sebelumnya, Mutaz Abu Shaar (9) tewas setelah ditembak di dada oleh kendaraan militer Israel yang bergerak maju ke barat laut Rafah.
Sejak pagi, empat kendaraan militer Israel telah maju ke daerah tersebut dan melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi Palestina di al-Mawasi. Dalam serangan lain, Hossam Mohammad Ramadan al-Shafi (36) tewas dan tiga lainnya, termasuk seorang anak dan seorang wanita, terluka dalam serangan yang menargetkan daerah al-Qadisiyah di al-Mawasi, Khan Younis. Sebelumnya, Basem Armailat meninggal akibat luka-luka yang diderita dalam serangan di kamp pengungsi al-Qadisiyah, barat Khan Younis, dua hari lalu.
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, jumlah warga Palestina yang tewas telah mencapai 73.233 orang, dan 173.707 lainnya terluka, menurut otoritas Gaza.
Artikel Terkait
Spanyol di Hati Palestina: Solidaritas yang Melampaui Sepak Bola
Miliarder Swedia Donasikan Rp1,3 Triliun untuk Pendidikan Anak-Anak Gaza
Dukung Spanyol di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Beri Penghormatan atas Solidaritas yang Konsisten
Federasi Sepak Bola Norwegia Salurkan 1,5 Juta Kroner untuk Bantuan Kemanusiaan di Gaza