Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mengambil langkah baru dalam memperkuat diplomasi perempuan di kancah internasional. Ketua Umum Kowani, Yenny Wahid, memimpin sekitar 40 delegasi yang terdiri dari jajaran dewan pimpinan dan ketua organisasi anggota dalam jamuan makan siang bersama Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amudi, di kediaman resminya di kawasan Menteng, Jakarta.
Pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Lebih dari itu, menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara organisasi perempuan Indonesia dan Arab Saudi sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, terutama pemberdayaan perempuan. Kehadiran delegasi perempuan dalam jumlah besar di kediaman duta besar disebut sebagai kesempatan yang langka, mencerminkan semakin eratnya hubungan kedua negara dan komitmen bersama memperkuat peran perempuan dalam pembangunan dan diplomasi.
Dalam sambutannya, Dubes Faisal Abdullah Al Amudi menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Kowani. “Selamat kepada sahabat saya, Sister Yenny Wahid. Kami telah menjalin persahabatan sejak lama, jauh sebelum beliau terpilih menjadi Ketua Umum Kowani,” ujarnya. Ia berharap pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama strategis yang lebih erat antara Indonesia dan Arab Saudi, khususnya dalam mendorong kemajuan dan pemberdayaan perempuan.
Menanggapi hal itu, Yenny Wahid menyampaikan apresiasi. “Terima kasih atas sambutan yang begitu hangat, my brother. Ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi Kowani. Sebagai organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia bahkan telah berdiri sebelum Republik Indonesia lahir kami merasa sangat dihargai,” katanya. Ia juga mengapresiasi berbagai transformasi yang dilakukan Arab Saudi dalam memperluas partisipasi perempuan di berbagai sektor.
“Kami menghargai berbagai langkah pembaruan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi dalam memperkuat peran perempuan. Ke depan, kami berharap akan semakin banyak kolaborasi yang dapat dibangun antara perempuan Indonesia dan perempuan Arab Saudi untuk memperkuat diplomasi people-to-people sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi kedua bangsa,” lanjut Yenny, yang merupakan lulusan Universitas Harvard.
Yenny menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar kunjungan kehormatan, melainkan langkah awal untuk membangun kolaborasi konkret di bidang pemberdayaan perempuan, kepemimpinan, pendidikan, kewirausahaan, kegiatan sosial, serta pertukaran pengalaman antarorganisasi perempuan kedua negara. Di bawah kepemimpinannya, Kowani berkomitmen memperluas jejaring internasional, memperkuat diplomasi perempuan Indonesia, dan mengembangkan program kolaboratif yang berdampak nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat, sekaligus memperkokoh hubungan persahabatan antara Indonesia dan Arab Saudi.
Kowani merupakan federasi organisasi perempuan tingkat nasional yang berdiri pada tahun 1928. Sebagai organisasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia, Kowani menghimpun lebih dari seratus organisasi perempuan nasional dan berkomitmen memperjuangkan hak, martabat, pemberdayaan, serta peningkatan kualitas hidup perempuan Indonesia melalui kerja sama, advokasi, dan penguatan kepemimpinan perempuan di tingkat nasional maupun internasional.
Artikel Terkait
Arab Saudi Potong Harga Minyak Mentah untuk Asia, Diskon Terbesar dalam Dua Dekade
OPEC+ Sepakat Naikkan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari pada Agustus
Arab Saudi Cabut Penangguhan Ekspor Udang Indonesia, BPOM Sebut Kepercayaan Pulih
Orang Saudi dan Makna Keberhasilan: Mencegah Lebih Baik daripada Menangani