Nasib nahas menimpa Arif (50), seorang pedagang telur asal Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Saat dalam perjalanan membawa sekitar 1 ton telur untuk dijual ke pasar, mobil pikap yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Namun alih-alih mendapat pertolongan, telur-telur miliknya justru dijarah oleh warga sekitar.
Peristiwa itu terjadi di Jembatan Kali Kacangan, Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu (28/6). Arif bersama karyawannya, Romadhon (23), baru saja mengambil 1,33 ton telur dari pemasok. Di tengah perjalanan, mobil pikap yang mereka tumpangi oleng dan terguling setelah menghindari mobil lain dari arah berlawanan. Akibatnya, 1 ton telur di bak belakang tumpah ke jalan.
"Saat itu kami masih di dalam kabin. Warga datang katanya mau menolong, tapi nyatanya pada ngambilin telur sampai habis," ujar Arif kepada kumparan, Kamis (2/7).
Arif dan Romadhon sempat terjebak di dalam mobil selama 30 menit. Setelah berhasil keluar, ia hanya bisa tertegun melihat warga berbondong-bondong mengambil telurnya. "Saya shock nggak bisa ngapa-ngapain karena baru kecelakaan. Nggak bisa ngomong apa-apa tahu-tahu habis semua," ungkapnya.
Ia bahkan tak sempat merekam momen penjarahan karena masih dalam keadaan syok. Namun, ia meyakini warga yang mengambil telurnya adalah warga sekitar. "Ada yang ambil pakai daster masa bukan warga sekitar. Gitu kan logikanya," imbuh dia.
Arif sempat menemui perangkat dusun di lokasi kecelakaan dan meminta itikad baik dari warga yang mengambil telur-telurnya. Sebab, kerugian yang ia derita amat besar, mencapai puluhan juta rupiah. "Saya rugi Rp 26 juta, itu uang modal saya. Kalau ngambilnya 1 atau 2 kilogram ngga papa, tapi ada yang ambil 1 peti, 2 peti," keluh Arif.
Ia berharap warga yang mengambil telur-telurnya memiliki itikad baik untuk mengembalikan. Ia juga berterima kasih karena warga saat itu juga menolong dirinya. "Maunya damai saja, kalau itu dikembalikan ya Alhamdulillah, kembali ke hati nurani masing-masing. Tapi ini saya dirugikan. Kalau ngambil satu dua kilogram saya ikhlas, tapi ini kan saya dirugikan," kata Arif.
Artikel Terkait
30 Tahun Berjualan Daging di Pasar Senggol, Arif Kini Ikut Zaman dengan QRIS