Arif, pedagang daging sapi di pasar senggol Rawa Belong, Jakarta Barat, mulai mengadopsi pembayaran digital QRIS setelah 30 tahun berjualan. Langkah ini diambilnya untuk mengikuti perkembangan zaman dan memudahkan pelanggan yang kerap kehabisan uang tunai.
Sejak usia 16 tahun, Arif berjualan di Jl Ayub Gg Yahya, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk. Setiap pagi, jalan itu berubah menjadi pasar senggol yang ramai. Meski ada beberapa kompetitor, Arif bertahan dengan caranya sendiri. Pada Minggu (21/6) lalu, ia terlihat bersantai sambil bermain ponsel setelah dagangannya baru terjual 3 kilogram sejak buka pukul 05.30.
"Nyari pelanggan kan nggak mudah. Kita harus face to face atau memasarkannya dengan lugas. Kita mengikuti keinginan customer," kata Arif. Ia mengambil stok dari vendor dan menjual daging sapi Rp 170 ribu per kilogram. Sejak awal tahun ini, omzetnya berkisar 15-20 kilogram per hari.
Arif berharap harga daging sapi bisa stabil. Menurutnya, harga sejak awal 2026 tidak terkendali. "Sebagai pedagang sama pembeli, ya stabil dah. Pembeli bisa membeli, penjual bisa menjual dengan layak. Kenapa ini dari awal 2026 sampai sekarang lagi berjalan tidak terkendali," ujarnya.
Beralih ke QRIS
Tiga bulan lalu, Arif mulai menggunakan QRIS BRI setelah ditawari oleh seorang pelanggan yang bekerja di bank. "Banyak pelanggan saya yang menawarkan. Itu mempermudah aja, ngikutin zaman aja," katanya. Beberapa pedagang lain di pasar senggol juga mulai memakai QRIS.
Meski demikian, Arif masih harus menyesuaikan diri. Setiap hari ia harus menyetor hasil penjualan ke vendor, sehingga dana dari QRIS perlu dicairkan terlebih dahulu. "Kalau penjualan saya kan daging, ngambil barang dagangan, pagi, sore harus disetorkan. Untung rugi vendor itu nggak mau tahu. Makanya kalau pakai QRIS kadang-kadang kita harus mencairkan dulu. Potongan juga ada," jelasnya.
Salah satu pelanggan, Topik, mengaku senang dengan kehadiran QRIS. "Kemarin-kemarin kaga ada QRIS, sekarang dia pake. Ya baguslah, seneng juga, lebih gampang buat kita belanja, kalo-kalo kurang bawa duit atau malah lupa," katanya. Hal serupa diungkapkan Ayu, warga sekitar Rawa Belong. "Sangat membantu ya, apalagi zaman sekarang. Sebaiknya memang setiap toko atau tempat jualan nyediain opsi QRIS," ujarnya.
Artikel Terkait
Andi Gani Pilih di Luar Pemerintahan, Dukung Said Iqbal dan Jumhur Hidayat Masuk Kabinet
10 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Paling Cerah di Era Digital
Wamendagri: Ketahanan Pangan Perkotaan Kunci Manfaatkan Bonus Demografi
Tito Karnavian: Pembangunan Perbatasan Kunci Perkuat Nasionalisme