Maybank Indonesia Resmi Jadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan

- Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB
Maybank Indonesia Resmi Jadi Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menyetujui pengambilalihan saham PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari pembentukan Maybank Indonesia sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Operasional atas Konglomerasi Keuangan (KK) Maybank.

Pengambilalihan saham dilakukan setelah perseroan mendapatkan persetujuan dari regulator sektoral masing-masing anggota Konglomerasi Keuangan Maybank Group. Persetujuan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat ekosistem layanan keuangan Maybank Indonesia, sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Sebagai PIKK, Maybank Indonesia akan mengintegrasikan bisnis perbankan, manajemen aset, sekuritas, asuransi, dan pembiayaan dalam satu kerangka tata kelola, pengawasan, dan operasional terpadu di dalam Struktur Konglomerasi Keuangan Maybank. Setelah transaksi pengambilalihan saham selesai, struktur konglomerasi akan terdiri dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai PIKK, serta PT Maybank Sekuritas Indonesia, PT Maybank Asset Management, PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia, PT Maybank Indonesia Finance, dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) sebagai anggota.

Untuk mendukung struktur baru dan memastikan kepatuhan terhadap POJK No. 30 Tahun 2024, para pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, mengatakan bahwa menjadi PIKK merupakan tonggak penting dalam mendukung strategi ROAR30 Maybank Group dan memperkuat posisinya sebagai salah satu grup jasa keuangan terkemuka di ASEAN.

“Dengan mengintegrasikan ekosistem bisnis perbankan, wealth management, sekuritas, dan asuransi, hal ini akan meningkatkan kapabilitas kami dalam menghadirkan solusi keuangan yang seamless dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, baik individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang di Indonesia,” ujar Ramli dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2026).

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menambahkan bahwa struktur baru ini lebih dari sekadar reorganisasi korporasi. “Kami menyampaikan apresiasi kepada OJK atas arahan dan dukungannya sepanjang proses ini. Struktur Konglomerasi Keuangan Maybank ini akan semakin memperkuat sinergi antarsesama entitas untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan selaras dengan misi Humanising Financial Services,” ujar Steffano.

Selain itu, RUPSLB juga menyetujui pengunduran diri Effendi dari jabatannya sebagai Direktur Manajemen Risiko Maybank Indonesia. “Pada kesempatan ini, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Effendi atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi berharga yang telah diberikan selama masa pengabdiannya kepada Maybank Indonesia,” tutup Steffano.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags