Bursa saham Amerika Serikat dibuka menguat pada perdagangan Senin (29/6/2026) seiring meredanya ketegangan antara AS dan Iran. Sentimen positif itu mendorong investor kembali masuk ke pasar, sementara saham Comcast melonjak setelah mengumumkan rencana pemisahan bisnis menjadi dua perusahaan publik.
Upaya implementasi kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran diperkirakan berlanjut dalam beberapa hari ke depan melalui pertemuan tim teknis kedua negara di Doha, Qatar. Meski begitu, pelaku pasar masih mewaspadai potensi kembali meningkatnya konflik yang dapat memicu lonjakan harga minyak.
Pendiri Andersen Capital Management, Peter Andersen, mengatakan pasar belum sepenuhnya yakin kondisi damai akan bertahan setelah beberapa kali upaya negosiasi sebelumnya gagal membuahkan hasil. "Sudah ada beberapa awal negosiasi damai yang gagal. Saya memperkirakan sebagian besar pelaku pasar akan tetap bersikap menunggu hingga akhir pekan ini," ujarnya.
Pada perdagangan pagi waktu setempat, indeks Dow Jones menguat 280,09 poin atau 0,54 persen menjadi 52.154,45. S&P 500 naik 58,50 poin atau 0,80 persen ke level 7.413,02, sedangkan Nasdaq Composite melesat 339,77 poin atau 1,34 persen menjadi 25.637,39.
Delapan dari sebelas sektor utama S&P 500 berada di zona hijau. Sektor layanan komunikasi memimpin penguatan dengan kenaikan 2,6 persen, didorong lonjakan saham Comcast sebesar 9,8 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana memisahkan NBCUniversal dan Sky menjadi perusahaan publik independen melalui skema spin-off bebas pajak.
Di sisi lain, investor mulai mengalihkan perhatian ke musim laporan keuangan kuartal II-2026 yang akan dimulai dalam beberapa pekan mendatang. Chief U.S. Equity Strategist Goldman Sachs, Ben Snider, menilai periode tersebut akan menjadi penentu arah pergerakan pasar berikutnya setelah reli S&P 500 selama setahun terakhir ditopang pertumbuhan laba emiten. Menurutnya, kenaikan 21 persen S&P 500 dalam 12 bulan terakhir sepenuhnya didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan. "Musim laporan keuangan kuartal II-2026 akan menjadi katalis penting bagi arah pergerakan pasar selanjutnya," katanya.
Pasar juga masih dibayangi kekhawatiran terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya memicu aksi jual saham teknologi. Namun pada perdagangan Senin, sektor teknologi kembali menguat 0,8 persen dan berpeluang mengakhiri tren pelemahan selama lima sesi berturut-turut.
Investor juga menantikan rilis data ketenagakerjaan AS untuk Juni yang akan menjadi acuan ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Sementara itu, saham SpaceX naik 2,3 persen setelah Nasdaq mengumumkan perusahaan tersebut akan masuk ke indeks Nasdaq 100 mulai 7 Juli. Sebaliknya, saham Martin Marietta Materials turun 5 persen usai mengumumkan akuisisi Lhoist North America senilai USD13,5 miliar. Viridian Therapeutics melonjak 6,6 persen setelah obat penyakit mata tiroidnya memperoleh persetujuan regulator AS.
Artikel Terkait
Rekor Baru Ragunan: 135.500 Pengunjung Serbu Kebun Binatang di Puncak HUT Jakarta
Pemerintah Terima Hibah Lahan 30 Hektare di Meikarta untuk Bangun Rusun Subsidi
Balap Liar di JLNT Antasari Viral, Polisi Kaji Sistem Buka-Tutup Malam Hari
Komisi I DPR Akan Tetapkan Tujuh Anggota KIP Periode 2026-2030 Besok