Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penyebab kematian tertinggi di kalangan anggota TNI-Polri bukanlah akibat kekerasan seperti tembakan atau sabetan senjata tajam, melainkan penyakit tidak menular seperti stroke dan serangan jantung. Jumlah kematian akibat kedua penyakit itu jauh lebih besar dibandingkan dengan yang disebabkan oleh senjata api atau senjata tajam.
“Sehebat-hebatnya TNI-Polri yang meninggal tertembak, kebacok, ketusuk (jumlahnya) jauh lebih sedikit daripada stroke, jantung. Percaya sama saya,” kata Budi dalam acara Kick Off Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining TBC di Pulau Nusakambangan pada Senin (29/6).
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama dengan adanya program Cek Kesehatan Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Budi menyebut tiga indikator utama yang harus dijaga: lemak darah, gula darah, dan tekanan darah.
“Itu sebabnya harus dijaga dari lemak darah, gula darah, dan tekanan darah,” ucap Budi.
“Kalau tiga ini dijaga, penyebab kematian nomor 1 itu stroke, kedua jantung, kanker, dan ginjal. Kalau ketiga tadi dijaga, penyakit nomor 2, dan 4, itu bisa terkendali,” tambah dia.
Menurut Budi, jika masyarakat mampu menjaga ketiga indikator tersebut, angka harapan hidup dapat mencapai 74 tahun.
Artikel Terkait
Gen Z dan Kembalinya Primbon: Antara Sains, Media Sosial, dan Pencarian Kepastian
Hong Myung-bo Mundur Usai Korea Selatan Gagal di Piala Dunia 2026
Rumah Pengusaha Pelaminan di Labuhanbatu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta
Dandim Labuhanbatu Bantah Tudingan TNI Rampas 16 Ekor Lembu Warga