Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh: DPR Dukung Penyidikan KPK
Komisi VI DPR RI memberikan respons serius terhadap dugaan penggelembungan biaya atau mark up pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Penyidikan yang kini dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapatkan lampu hijau dari dewan.
Pelanggaran Akuntabilitas Keuangan Negara
Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron, menegaskan bahwa jika dugaan mark up terbukti, hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap akuntabilitas keuangan negara dan korporasi. Meski dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dengan skema business to business, proyek ini tetap dapat diperiksa oleh penegak hukum seperti KPK dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dasar hukumnya adalah mayoritas saham KCIC, yaitu 60 persen, dimiliki oleh konsorsium BUMN yang dipimpin oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).
Fakta Biaya dan Indikasi Korupsi Proyek Whoosh
Proyek Strategis Nasional (PSN) Whoosh yang beroperasi sejak Oktober 2023 ini memiliki nilai investasi total yang sangat besar. Berikut rincian dan perbandingan biayanya:
Rincian Investasi dan Pembengkakan Biaya
Total investasi proyek Whoosh mencapai 7,27 miliar Dolar AS (sekitar Rp 118,37 triliun). Angka ini sudah termasuk cost overrun atau pembengkakan biaya sebesar 1,2 miliar Dolar AS.
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah