Irak Tangkap Puluhan Pejabat dan Anggota Parlemen dalam Operasi Antikorupsi

- Senin, 29 Juni 2026 | 08:25 WIB
Irak Tangkap Puluhan Pejabat dan Anggota Parlemen dalam Operasi Antikorupsi

Pasukan keamanan Irak menangkap puluhan politisi dan pejabat senior dalam sebuah operasi besar yang digelar pada Ahad (28/6) dini hari. Operasi ini merupakan bagian dari kampanye antikorupsi yang diperintahkan langsung oleh Perdana Menteri Ali al-Zaidi.

Unit elite Layanan Kontra-Terorisme menggerebek sejumlah rumah di kawasan Zona Hijau Bagdad yang dijaga superketat. Kantor berita resmi Irak, INA, melaporkan bahwa sebanyak 47 tersangka telah ditahan, termasuk anggota parlemen dan pejabat tinggi pemerintah.

PM Ali al-Zaidi yang menjabat sejak Mei lalu berkomitmen memberantas korupsi yang sudah mengakar di Irak. Korupsi masih menjadi tantangan terbesar negara itu meskipun pemerintahan sebelumnya berulang kali berjanji menuntut para pejabat yang terlibat.

Operasi ini diluncurkan setelah otoritas kehakiman mengeluarkan surat perintah penangkapan. Sumber keamanan menyebut target operasi adalah jaringan tersangka korupsi. Sejumlah penangkapan bermula dari kesaksian Wakil Menteri Minyak Urusan Penyulingan, Adnan al-Jumaili, yang setelah ditahan diduga menyeret lingkaran pejabat lebih luas.

Juru bicara pemerintah, Haider al-Aboudi, menegaskan proses penangkapan masih terus berlangsung. "Pemberantasan korupsi tetap menjadi pilar utama dari upaya pemerintah untuk memperkuat lembaga-lembaga negara dan melindungi dana publik," ujarnya.

Di antara pejabat yang ditahan adalah Ali Maarij, Wakil Menteri Minyak Urusan Distribusi. Amerika Serikat sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada Maarij pada Mei lalu, menuduhnya membantu mengalihkan minyak Irak untuk menguntungkan Iran dan milisi yang didukungnya, serta memalsukan dokumen ekspor. Kementerian Minyak Irak membantah tuduhan itu, menyatakan aktivitas tersebut bukan tanggung jawab Maarij. Maarij belum dapat dimintai komentar.

Operasi ini menyusul serangkaian penangkapan pejabat senior atas tuduhan korupsi baru-baru ini. Kasus-kasus terdahulu itulah yang memicu surat perintah penangkapan baru yang dieksekusi pada Ahad.

Sebagian besar pejabat tinggi pemerintah Irak memiliki kediaman atau kantor di Zona Hijau Bagdad, kawasan yang juga menjadi lokasi gedung parlemen, kedutaan besar asing, dan kantor perdana menteri. Beberapa tersangka dilaporkan sempat melarikan diri sebelum pasukan keamanan tiba, sehingga seluruh pintu masuk ke Zona Hijau ditutup dan pencarian diperluas. Sumber keamanan menambahkan kampanye ini diperkirakan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags