Lima dari puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer (latsarmil). Mereka adalah peserta pendidikan yang digelar pemerintah untuk menyiapkan pengelola toko kelontong koperasi di seluruh Indonesia.
Program ini menuai sorotan setelah foto-foto latihan beredar luas, memperlihatkan peserta menjalani baris-berbaris, latihan fisik, senam, yel-yel, hingga latihan menembak. Beberapa dokumentasi bahkan menunjukkan latihan kamuflase di lapangan.
Pemerintah menyatakan latsarmil bertujuan membentuk disiplin, ketahanan mental, jiwa kepemimpinan, dan nasionalisme. Selain materi militer, peserta juga mendapat pembekalan manajemen koperasi, kewirausahaan, dan operasional toko.
Namun, kematian lima peserta memunculkan pertanyaan mendasar: apakah pendidikan bergaya militer benar-benar relevan untuk calon manajer toko kelontong? Belum ada kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini.
Artikel Terkait
Jalan MH Thamrin-Sudirman Ditutup untuk Puncak HUT ke-499 Jakarta
Kesenjangan Digital dan Kemiskinan Struktural Hambat Pemerataan Pendidikan
El Niño Ancam Produksi Gula India, Harga Dunia Berpotensi Tembus US$800 per Ton
Gempa M5,3 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami