ASN Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas di Bandara Juanda, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

- Jumat, 26 Juni 2026 | 14:30 WIB
ASN Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas di Bandara Juanda, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Seorang aparatur sipil negara (ASN) ditemukan tewas di dalam mobil dinas berpelat merah yang terparkir di Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (25/6) siang. Korban adalah Ruly Yunis Setiawati (50), yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan. Sejumlah barang berharga miliknya dilaporkan hilang, sementara polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.

Penemuan jasad berawal dari kecurigaan seorang pengemudi ojek online. Ia melihat air menetes dari dalam kabin mobil Toyota Kijang Innova hitam bernomor polisi M 1090 GP yang sudah beberapa hari terparkir di area parkir terminal. Bau busuk juga mulai tercium dari sela-sela pintu. Setelah diperiksa, ditemukan sesosok wanita mengenakan gamis kuning di kursi penumpang depan. Temuan itu langsung dilaporkan kepada petugas bandara dan kepolisian.

Kepala SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan identitas korban diketahui dari kartu identitas yang ditemukan di lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Pusdik Porong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengacara keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa Ruly terakhir kali berkomunikasi dengan keluarganya pada Sabtu (20/6) pagi. Sejak itu, ia hilang kontak. Sebelumnya, pada Kamis (18/6), Ruly berangkat ke kantor seperti biasa dan sempat berpesan kepada keluarga bahwa ia tidak akan pulang dalam dua hari ke depan. Keesokan harinya, ia masih sempat melakukan panggilan video dengan adiknya. Namun, setelah komunikasi pagi pada Sabtu itu, tidak ada kabar lagi hingga jasadnya ditemukan lima hari kemudian.

Risang juga mengungkapkan bahwa sejumlah barang berharga milik korban tidak ditemukan di lokasi. "Barang-barang berharga yang menurut pihak keluarga yang tidak ditemukan ada gelang, gelang emas kanan-kiri, kemudian kalung. Kemudian cincin yang di sebelah kanan. Tinggal cincin di sebelah kiri dan anting kanan," katanya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban menunjukkan adanya luka yang diduga akibat benda tumpul di bagian telinga. Katim Humas Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, AKBP Ni Made Wiatini, juga mengatakan ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata korban.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan, Akhmad Roniyun Hamid, membenarkan bahwa Ruly adalah ASN di instansinya. Ia meluruskan isu yang beredar bahwa korban dalam keadaan hamil. "Tidak, memang Bu Ruly gemuk dan kondisinya jenazah sudah mengembang karena katanya sudah meninggal tiga hari atau empat hari," ujarnya. Kondisi tubuh yang membesar itulah yang kemudian menimbulkan spekulasi di masyarakat.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim merespons temuan ini dengan menyatakan pihaknya belum mengetahui apakah perjalanan korban ke Bandara Juanda merupakan perjalanan dinas atau bukan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah mengirim sejumlah staf ke Sidoarjo untuk mengurus proses pemulangan jenazah ke Bangkalan.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. "Masih dalam penyelidikan," kata Kasi Humas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags