Polisi mengungkap bahwa tersangka penganiayaan dan penyekapan terhadap seorang wanita di Bandung, Taufik Hidayat (30), memiliki pengalaman khusus yang membuat proses pengejaran menjadi rumit. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan bahwa latar belakang pekerjaan Taufik sebagai debt collector membantunya untuk mengelabui petugas selama masa pencarian.
"Banyak faktor-faktor kesulitan ketika kita mencari tersangka. Tersangka ini berlatar belakang pekerjaan seorang debt collector di sebuah perusahaan sepertinya punya pengalaman yang cukup, sehingga dia bisa mengelabui kita dalam pencarian," kata Rudi dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Jumat (26/6). Meski demikian, ia menambahkan bahwa berkat dukungan masyarakat, pihaknya akhirnya berhasil menangkap pelaku.
Korban dalam kasus ini adalah seorang wanita berinisial YTR (29). Taufik bukanlah wajah baru di hadapan hukum. Rudi mengonfirmasi bahwa tersangka merupakan residivis yang pernah dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan atas kasus kekerasan serupa terhadap perempuan lain di wilayah Bandung.
Atas perbuatannya, Taufik Hidayat kini dijerat dengan pasal berlapis. Berdasarkan hasil gelar perkara dan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, polisi menerapkan empat pasal sekaligus. Tersangka dijerat dengan Pasal 466 Ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.
"Kita lapis dengan pasal lain 451 tentang Penyanderaan ini ancaman hukumannya paling lama 12 tahun. Kami akan lakukan persangkaan kumulatif Pasal 446 ayat 2 tentang Perampasan Kemerdekaan ancaman hukuman 9 tahun," jelas Rudi. Polisi juga menjerat Taufik dengan Pasal 126 ayat 2 tentang tindak pidana yang menyebabkan luka berat dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
Artikel Terkait
Lansia 80 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret di Depan Rumah, Kalung Emas Rp50 Juta Raib
Dua Prajurit TNI dalam Mobil Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi di Bandung
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siap Biayai Pendidikan Empat Anak Aiptu Asep Korban Tabrak Lari
Polisi Korban Tabrak Lari di Bandung Sempat Pamit ke Istri Sebelum Piket