Pemerintah memastikan keputusan soal kenaikan harga gas industri akan diumumkan dalam satu hingga dua hari ke depan. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang disuarakan serikat buruh.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah menjadi topik pembahasan dalam pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan pimpinan serikat buruh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
“Hari ini juga kami tadi berdiskusi berkenaan dengan ada beberapa masalah berkaitan dengan masalah suplai gas ke industri,” kata Prasetyo dalam konferensi pers usai pertemuan.
Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini. “Mungkin dalam satu-dua hari ini kita akan ambil keputusan untuk memastikan kegiatan-kegiatan di sektor yang membutuhkan gas, terutama di sektor industri, dapat berjalan sebagaimana yang seharusnya,” ujarnya.
Beberapa hari sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah menghubungi langsung Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk meminta penjelasan. Kenaikan harga gas dinilai berpotensi memicu PHK puluhan ribu buruh.
Momen itu terjadi saat Dasco hendak memberikan sambutan di pembukaan Rakernas Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Hotel Arcici, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
“Halo Pak Dirut Pertamina ini saya lagi di Rakernas KSPI. Iya. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi saya tadi udah rancang pidato cuman buyar semua nih gara-gara soal gas,” kata Dasco.
“Jadi pertama-tama saya sebelum pidato saya mau tanya dulu bagaimana nih soal gas industri apakah ada jalan keluar?” ujar dia melanjutkan.
Menanggapi pertanyaan Dasco, Simon menyampaikan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PGN. Pertamina, kata dia, berkomitmen mengikuti penyesuaian molekul dari LNG.
“Kita tentunya lakukan yang terbaik Pak Dasco agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang-yang sesuai,” jawab Simon.
Artikel Terkait
Lonsum Bagikan Dividen Rp83 per Saham, Naik 28 Persen Berkat Lonjakan Harga CPO
Kemenkeu Pastikan Penerbitan Perdana Panda Bond Digeser ke Akhir Juli 2026
Delta Djakarta Bagikan Dividen Rp144,9 Miliar, Naik 5 Persen dari Tahun Sebelumnya
Pemerintah Kembali Suntik Rp 400 Triliun ke Bank BUMN untuk Jaga Likuiditas