Amparo del Giudice menggali reruntuhan bangunan dengan tangan kosong, Kamis (25/6). Ia mencari putranya yang hilang setelah dua gempa kembar dahsyat mengguncang Venezuela.
Bencana itu merupakan gempa terbesar yang melanda Venezuela sejak 1900. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2, kemudian disusul gempa berkekuatan magnitudo 7,5 pada Rabu (24/6) malam.
Gempa terjadi di wilayah utara Venezuela. La Guaira, tempat Giudice tinggal, menjadi daerah yang paling terdampak.
Hingga Kamis malam waktu setempat, jumlah korban tewas mencapai 235 orang. Sekitar 4.300 orang lainnya mengalami luka-luka.
Seiring berjalannya waktu, bantuan dari pemerintah belum menjangkau sejumlah wilayah terdampak. Kondisi itu membuat Giudice putus asa.
Ia kemudian memutuskan mencari putranya sendiri. Dengan tangan kosong, Giudice meraba dan menggali puing-puing bangunan sambil berharap putranya masih bisa ditemukan.
"Batu-batunya sangat banyak. Dengan tangan kosong, itu mustahil," katanya sambil duduk tidak jauh dari lokasi yang diyakininya menjadi tempat putranya terjebak, seperti dikutip AFP.
Cucu Giudice, Alessandro (23), juga tak tega melihat neneknya berjuang sendirian. Ia kemudian bergabung dengan para sukarelawan untuk mencari ayahnya yang hilang.
Sebelum gempa, La Guaira merupakan kota berpenduduk sekitar 25 ribu jiwa yang menjadi destinasi wisata favorit warga Ibu Kota Caracas untuk menikmati pantai Karibia.
Namun, gempa dahsyat itu menghancurkan banyak hotel dan gedung di kota tersebut. Situasi juga diperparah dengan aksi penjarahan yang terjadi di sejumlah lokasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, telah mengunjungi La Guaira dan menetapkan wilayah tersebut sebagai kawasan bencana.
Artikel Terkait
Dokter Curiga Pasien Tak Ceritakan Keluhan, Terbongkar Kasus Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung
Analis: Kasus Suap Blueray Cargo Bukan Korupsi Biasa, Ada Persaingan Politik TNI vs Polri
Sudut Pandang: Penertiban Parkir Liar di Jalan Senopati dan Gunawarman, Sudin Hubung Jaksel Derek Mobil Mewah hingga Cabut Pentil Motor
Jubir Istana Dilaporkan Sampaikan Daftar Tuntutan Fiktif ke Presiden, BEM UI Bantah Minta Tutup Sekolah Rakyat