MURIANETWORK.COM – Seorang perempuan bernama Indo’ Rampa (51) dilaporkan hilang di kawasan hutan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kabar ini sontak menggerakkan Kantor Basarnas Makassar. Mereka langsung mengerahkan personel Pos SAR Palopo untuk turun tangan.
Jumat (24/4/2026) pagi, Indo’ Rampa pamit pergi seorang diri. Tujuannya? Kebun miliknya, yang letaknya tak jauh dari pemukiman. Biasanya, ia pulang sebelum sore. Tapi hari itu, langkahnya tak kunjung kembali.
Menjelang petang, keluarga mulai gelisah. Biasanya, ia sudah di rumah saat azan magrib berkumandang. Tapi kali ini, tak ada tanda-tanda. Sampai malam tiba, pintu rumah masih terkunci dari dalam.
Menurut sejumlah saksi, beberapa warga sempat berpapasan dengan Indo’ Rampa. Ia berjalan sendirian, masuk ke arah jalur setapak di pinggir hutan. Tak ada yang curiga saat itu mungkin karena ia memang sering ke kebun.
Keluarga dan tetangga kemudian memutuskan melakukan pencarian awal. Mereka menyusuri jalan setapak yang biasa ia lewati. Tapi hasilnya nihil. Hutan mulai gelap, dan suara jangkrik makin keras. Mereka akhirnya menghentikan pencarian untuk sementara.
Keesokan harinya, laporan resmi disampaikan ke Basarnas Makassar. “Setelah menerima laporan, kami segera menyiapkan dan mengerahkan tim rescue menuju lokasi kejadian untuk operasi pencarian korban diduga tersesat dan hilang di kawasan hutan,” ujar Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4/2026).
Tim SAR langsung bergerak. Mereka menyisir area yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban. Medannya tak mudah hutan lebat, jalur setapak licin, dan kadang-kadang kabut turun cukup tebal.
Proses pencarian ini juga melibatkan warga sekitar. “Kami berkoordinasi dengan masyarakat setempat, juga unsur potensi SAR lainnya,” tambah Arif. Ia menekankan pentingnya sinergi di lapangan.
“Dalam operasi ini, kami mengedepankan sinergi dengan seluruh unsur yang terlibat serta tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu,” tutur Arif Anwar menekankan.
Operasi ini melibatkan sejumlah pihak: Basarnas, BPBD Kota Palopo, Damkar, Babinsa, dan warga setempat. Peralatan yang dibawa pun disesuaikan tali, golok, senter kepala, dan perlengkapan medis darurat. Semua demi satu tujuan: menemukan Indo’ Rampa.
Hingga berita ini diturunkan, tim masih terus melakukan penyisiran. Belum ada tanda-tanda korban ditemukan. Tapi harapan, tentu, tak pernah padam begitu saja.
Artikel Terkait
Trump dan Melania Dievakuasi Darurat Usai Penembakan di Acara Makan Malam Wartawan Gedung Putih
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Stabil, Namun Ada Perbedaan Harga Antar Penyedia
Prakiraan Cuaca Makassar 26 April: Siang hingga Sore Hujan Ringan-Sedang, Dini Hari Gerimis
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu