Islah Bahrawi, tokoh asal Madura, punya alasan kuat di balik kritik pedasnya terhadap Presiden Prabowo. Ia sadar, belakangan ini banyak yang menyerangnya karena ia kerap menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilainya belum tepat.
“Kebenaran itu nggak bisa ditawar-tawar,” tegas Islah dalam perbincangannya dengan beberapa media, termasuk dalam program Ruang Sahabat di kanal YouTube Mahfud MD Official, Sabtu lalu.
“Sekarang ini banyak orang malah menyerang saya, juga teman-teman lain seperti Prof Saiful Mujani. Menyerang siapa saja yang tampil di Komunitas Utan Kayu beberapa waktu lalu,” tambahnya.
Namun begitu, apa yang ia sampaikan itu dianggapnya harus tetap disuarakan. Menurut Islah, siapa pun yang membaca buku “Paradoks Indonesia” akan mudah membandingkan sikap dan janji Prabowo sebelum jadi presiden dengan kenyataan yang terjadi sekarang.
“Idealisme Prabowo tentang Indonesia yang tertuang di buku itu, kalau dibandingkan dengan kondisi hari ini, jadinya anomali semua. Paradoks yang malah melahirkan paradoks baru,” ujarnya.
Ia memberi contoh, Prabowo sering mengutip ekonom Ricardo Hausmann di masa lalu, tapi praktiknya tak terlihat sekarang. Padahal, hal-hal seperti itulah yang dulu diprotes Prabowo sendiri di era pemerintahan Jokowi.
Karena itulah, keresahan itu harus disampaikan sekarang tepat saat Prabowo berkuasa. Menurut Islah, mustahil mengkritik dengan cara dibungkus-bungkus atau tanpa menyebut namanya. Tujuannya jelas: agar Prabowo mendengar.
Artikel Terkait
Kasus Korupsi CCTV Rp2 Miliar di Makassar Mandek, Kejaksaan Dinilai Lamban
Berkas Kasus Penyiraman Andrie Yunus Dinyatakan Lengkap, Segara Dilimpahkan ke Pengadilan Militer
Islah Bahrawi Ungkap Mahfud MD sebagai Inspirasi Keberaniannya Kritik Prabowo
Stok Beras Pemerintah Capai Rekor Tertinggi 4,72 Juta Ton