Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026

- Minggu, 12 April 2026 | 21:00 WIB
Uji Jalan B50 Capai 70%, Target Implementasi Juli 2026

Ada Kenaikan Konsumsi, Tapi Masih Wajar

Meski performa mesin stabil, ada catatan kecil dari uji coba. Tercatat ada kenaikan konsumsi bahan bakar sekitar 3,12 persen dibandingkan pakai B40. Angka ini memang naik tipis.

Namun begitu, pemerintah menilai peningkatan tersebut masih dalam batas wajar. Belum berdampak signifikan terhadap produktivitas operasional di lapangan. Pengembangan B50 ini sendiri dinilai sebagai langkah strategis. Tujuannya untuk memperkuat kemandirian energi nasional, dengan memanfaatkan bahan baku dalam negeri. Harapannya, ketergantungan pada impor bahan bakar fosil bisa ditekan.

Eniya juga menegaskan, kebijakan ini berpotensi memberi nilai tambah yang nyata bagi perekonomian nasional.

Masalah Pasokan Jadi Tantangan Besar

Di sisi lain, meski hasil uji teknis menjanjikan, tantangan utamanya justru ada di kesiapan pasokan biodiesel itu sendiri. Lembaga riset Fitch Solutions memperkirakan kebutuhan solar Indonesia pada 2026 mencapai 40,9 juta kiloliter. Kalau pakai bauran B50, kebutuhan biodieselnya bakal melonjak jadi sekitar 20,5 juta kiloliter.

Masalahnya, kapasitas produksi dalam negeri saat ini baru sekitar 19,6 juta kiloliter. Ada selisih yang cukup jelas. Ini berpotensi menimbulkan tekanan pasokan kalau nggak diantisipasi dari sekarang.

Intinya, keberhasilan B50 nggak cuma ditentukan mesin yang kuat. Tapi juga kesiapan industri hulu dan jaringan distribusinya. Pemerintah sekarang ada di fase yang sangat menentukan: memastikan uji jalan selesai tepat waktu, pasokan cukup, dan transisi energi ini berjalan mulus tanpa ganggu stabilitas nasional.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar