Pangrarang, Sate Khas Toraja yang Mengedepankan Rasa Asli Daging

- Minggu, 12 April 2026 | 12:00 WIB
Pangrarang, Sate Khas Toraja yang Mengedepankan Rasa Asli Daging

Bahan yang perlu disiapkan:

  • Daging has sapi, sekitar 350 gram, potong ukuran 1 x 3 x 5 cm.
  • Merica dan garam secukupnya (kira-kira ΒΌ sdt merica dan 1 sdt garam).
  • Kecap manis, satu sendok makan saja.
  • Tusuk sate dari bambu atau besi panjang.

Untuk sambal tu'tuk-nya:

  • 9 buah cabai rawit (atau sesuaikan selera pedasmu).
  • Setengah sendok teh garam.
  • Air jeruk nipis, sekitar 3 sendok makan.

Langkah-langkah membuatnya:

  1. Campurkan potongan daging dengan merica, garam, dan kecap. Aduk rata dan diamkan sekitar 10 menit. Jangan terlalu lama, nanti dagingnya jadi terlalu manis.
  2. Tusuk daging yang sudah dibumbui. Usahakan rapi, tapi nggak perlu terlalu rapat.
  3. Panggang di atas bara api. Api jangan terlalu besar supaya daging matang merata dan tidak gosong. Tunggu sampai warnanya kecokelatan dan aromanya menggoda.
  4. Sambil menunggu, buat sambalnya. Ulek cabai rawit dan garam sampai kasar, lalu tuangi air jeruk nipis. Aduk.
  5. Sajikan Pangrarang selagi panas, dengan sambal tu'tuk di sampingnya.

Pada akhirnya, Pangrarang ini lebih dari sekadar makanan. Dia adalah representasi dari cara orang Toraja memandang hidup: sederhana, jujur pada rasa, dan selalu lebih nikmat ketika dinikmati bersama. Cocok dimakan saat santai sore, atau jadi hidangan istimewa dalam berbagai acara adat. Cobalah, dan kamu akan paham kenapa kuliner satu ini begitu spesial.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar