Di sisi lain, Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin dalam sambutannya lebih menekankan pada makna di balik keikutsertaan. Ia mengapresiasi kerja keras pelatih, pendamping, dan semua pihak yang terlibat. Menurutnya, ini buah dari sinergi yang solid untuk membina generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
"Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akidah dan akhlak menuju Indonesia Emas 2045,"
Ia juga berpesan agar para peserta menjaga fokus dan kepercayaan diri. Tapi yang tak kalah penting, sportivitas harus dijunjung tinggi. "Saya berharap seluruh kafilah dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bone," tambahnya. Baginya, MTQ juga ajang untuk merajut silaturahmi antar daerah dan tentu saja, mendalami kecintaan pada kitab suci.
Bagaimana persiapannya? Sebanyak 39 peserta dari Bone akan turun di berbagai cabang lomba. Ajang bergengsi ini sendiri akan digelar di Kabupaten Maros, mulai 12 hingga 18 April 2026 mendatang.
Dengan pembinaan intensif yang telah dijalani, pemerintah daerah tampaknya cukup yakin. Mereka optimistis kafilah Bone bisa bersaing ketat dan membawa pulang hasil terbaik. Sekarang, tinggal menunggu hari pertandingan tiba.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Polri Tindak Tegas Premanisme Usai Kasus Pengeroyokan di Purwakarta
Tabrakan Beruntun di Jalur Purworejo-Magelang Tewaskan Satu Orang
Presiden Prabowo Buka Munas IPSI, Dukung Pencak Silat Menuju Olimpiade
Cuaca Makassar Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Minggu, 12 April 2026