Di sisi lain, capaian stok yang membengkak ini tentu ada penyebabnya. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkap peran aktif Bulog dalam menyerap gabah dan beras dari petani. Kerja keras itu membuahkan hasil.
Per 5 April kemarin saja, realisasi penyerapan Bulog sudah mencapai 1,6 juta ton. Angka itu disebut Rizal sebagai yang tertinggi dalam sejarah untuk periode Januari-Awal April.
Lalu, bagaimana dengan kapasitas penyimpanannya? Menurut Rizal, tak perlu khawatir. Gudang Bulog masih sanggup menampung cadangan yang ada. Bahkan, mereka sedang dalam proses menyewa gudang tambahan berkapasitas 762 ribu ton, plus membangun gudang baru yang bisa menampung 250 ribu ton.
"Kesimpulannya, buffer stock Bulog dinyatakan dalam keadaan aman dan berlimpah. Kemudian yang kedua, Bulog siap menghadapi perkembangan dinamika global dan potensi perubahan iklim dengan menerapkan strategi dan langkah-langkah antisipasi,"
tegas Rizal menutup penjelasannya.
Jadi, dengan stok melimpah dan langkah antisipasi yang sudah disiapkan, pemerintah merasa cukup percaya diri. Mereka klaim ketahanan pangan nasional, setidaknya untuk beras, berada dalam kondisi yang kuat menghadapi cuaca ekstim tahun ini.
Artikel Terkait
Dugaan Pungli Parkir di Makassar, Pembayaran QRIS Pakai Nama Aladin Parfum
Gangguan Internet Rusia Diduga Akibat Sistem Blokir yang Kelebihan Beban
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pesisir Barat Lampung
Mayat Pemulung Ditemukan Membusuk di Belakang Gedung Unhas Makassar