Ila, salah satu keluarga korban, mencoba menggambarkan kepanikan itu.
“Posisi terakhir mereka kelihatan sekitar jam empat pagi. Kami sudah keliling semua jalan, tahu dia bawa ransel. Sudah tiga jam mencari, akhirnya balik ke sini dan nemuin tasnya. Isinya ada pakaian, dompet, HP. Ada juga sandal ibunya. Lalu, setelah dicari lagi, kami lihat sandal anaknya ada di dalam air,” kenang Ila, Selasa itu.
Namun begitu, ada satu hal yang membuat kepanikan keluarga dan warga melonjak. Sehari sebelum kejadian, dua ekor buaya muara sempat terlihat berkeliaran di aliran sungai yang sama. Penampakan reptil buas itu sempat membuat heboh.
Memang, kedua buaya itu akhirnya berhasil diamankan oleh petugas. Tapi bayangannya tetap saja menambah kecemasan yang sudah bertumpuk. Pikiran-pikiran terburuk sulit dihalau.
Sementara itu, di Sungai Tonjung, upaya pencarian terus berlangsung tanpa henti. Harapan mungkin semakin kecil, tapi usaha tak boleh berhenti. Semua mata tertuju pada aliran air yang kelam, menunggu satu titik terang dari nasib ibu dan anak yang hilang.
Artikel Terkait
Bupati Bone Resmikan Satuan Pelayanan Gizi, Wajibkan Bahan Pangan dari Petani Lokal
Sopir Truk Tewas Tertabrak Tronton Saat Kendaraannya Mogok di Jalur Lingkar Lamongan
Kasus Penyiran Andrie Yunus: Berkas Perkara Diserahkan ke Puspom TNI
Kasus Dugaan Penjualan Anak di Makassar Berakhir Damai, Pasangan Suami-Istri Bercerai