"Jika serangan terhadap pasukan PBB dibiarkan tanpa konsekuensi, maka dunia internasional sedang membiarkan runtuhnya sistem perlindungan global," ujarnya.
Karena itu, ia mendesak PBB untuk bergerak cepat. Investigasi independen dan transparan mutlak diperlukan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab. "PBB tidak boleh lemah. Harus ada investigasi yang tegas dan terbuka. Impunitas tidak boleh dibiarkan," tegasnya.
Desakan Untuk Indonesia
Lalu, peran apa yang harus diambil Indonesia? Mahfudz mendorong pemerintah untuk tak tinggal diam. Diplomasi harus lebih agresif di forum internasional guna menekan pihak yang bertanggung jawab.
"Indonesia tidak boleh bersikap biasa-biasa saja," katanya.
"Kita harus mengambil peran utama dalam memperjuangkan keadilan, memperkuat tekanan diplomatik, dan memastikan setiap pengorbanan prajurit kita dihargai dengan penuh tanggung jawab."
Di akhir pernyataannya, ia menyampaikan duka yang mendalam. Prajurit itu gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia. Namun, penghormatan terbaik, menurut Mahfudz, bukan cuma doa dan ucapan belasungkawa.
"Keberanian kita untuk menuntut keadilan, itu yang utama. Jangan biarkan pengorbanan mereka berlalu tanpa pertanggungjawaban," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Angin Puting Beliung Rusak RSUD dan Puluhan Rumah di Jombang
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026