Rupanya, kerumitan itu punya ‘nilai jual’. Lapisan antarmuka tambahan itu dimanfaatkan pihak tertentu untuk menyediakan layanan tentu saja berbayar kepada perusahaan-perusahaan besar. Purbaya mengaku baru tahu soal praktik ini. Dan ini jelas menimbulkan tanda tanya besar.
Muncul dugaan kuat ada kepentingan bisnis di balik tata kelola sistem yang seharusnya transparan ini.
Untuk saat ini, prioritas pemerintah adalah menjaga stabilitas Coretax. Biar bagaimanapun, proses pelaporan pajak harus tetap jalan lancar. Tapi, setelah masa pelaporan rampung, niat Purbaya sudah bulat. Evaluasi dan pembersihan menyeluruh akan dilakukan.
“Kita amankan dulu semua Coretax-nya, habis itu saya bersihin yang ruang interface yang sengaja diciptakan itu,” tegasnya.
Nada suaranya tegas. Ancaman itu jelas ditujukan kepada siapa pun yang dianggap menyemrawutkan sistem dan mencari keuntungan pribadi dari proyek negara.
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Investasi dengan Pejabat AS
Menteri Keuangan Setuju Efisiensi Program Makan Bergizi, Kualitas Dijamin Tak Turun
Kuasa Hukum Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas Soal Tahanan Rumah Yaqut
Mentan: Stok Beras Nasional Aman untuk 324 Hari ke Depan