Tapi, Iran membantah kabar dari media Barat yang menyebut selat itu ditutup sama sekali. Pemerintahnya bersikukuh, jalur itu tetap terbuka. Syaratnya? Negara tersebut harus berkomunikasi dengan mereka dan tidak terlibat dalam konflik.
Di sisi lain, sikap Tehran terhadap pihak lawan justru sangat keras. Tidak ada kompromi.
Maksudnya jelas: kapal-kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat, Israel, dan beberapa negara Teluk yang dianggap ikut memanas-manasi situasi, jangan harap bisa melintas. Akses akan ditutup rapat-rapat untuk mereka.
Meski begitu, Araghchi memberi sinyal bahwa kerja sama dengan negara-negara bersahabat ini sifatnya jangka panjang. Bukan cuma saat perang.
Artikel Terkait
Italia Kalahkan Irlandia Utara, Lolos ke Final Playoff Piala Dunia 2026
Harga Emas Antam Anjlok Rp40.000 per Gram, Sentuh Rp2,81 Juta
Prancis Tundukkan Brasil 2-1 Meski Bertahan dengan 10 Pemain
Dokter Tifa Bantah Keras Tuduhan Terima Dana Rp50 Miliar Terkait Isu Ijazah Jokowi