Proses ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Pelabuhan Bajoe, AKP Andi Dahlan, bersama Perwira Pengendali Iptu Sakwan. Mereka mengerahkan personel gabungan yang sedang bertugas di pos pengamanan pelabuhan.
Kasihumas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, menjelaskan detail operasi tersebut.
“Personel kami yang tergabung dalam Operasi Ketupat 2026 terjun membantu proses evakuasi jenazah setibanya di Pelabuhan Bajoe. Kami juga berkoordinasi dengan petugas kesehatan serta pihak keluarga untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan penuh empati,” ujarnya.
Ia menekankan, tugas mereka tak cuma soal keamanan arus mudik. Memberikan pelayanan kemanusiaan juga jadi prioritas.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya penumpang kapal, agar memperhatikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Jika mengalami keluhan kesehatan, segera melapor kepada petugas agar dapat segera ditangani,” tambah Rayendra.
Pasca kejadian ini, situasi di Pelabuhan Bajoe dilaporkan tetap kondusif. Aman, tertib, dan terkendali. Meski demikian, nuansa duka masih terasa menyelimuti salah satu titik pintu masuk ke Sulawesi Selatan itu.
Artikel Terkait
PSSI Umumkan Susunan Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman Jadi Pelatih Kepala
Pantai Kuri Caddi di Maros: Pesona Tersembunyi yang Masih Asri dan Sunyi
BPP KKSS Salurkan Bantuan Sembako ke Panti Asuhan dalam Rangka PSBM ke-XXVI
Ketua KKSS: Kualitas dan Nasionalisme Pengusaha Kunci Percepatan Ekonomi Nasional