Mentan Amran: Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis Global

- Rabu, 25 Maret 2026 | 10:00 WIB
Mentan Amran: Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman Krisis Global

Nah, di tengah ancaman yang melanda dunia itu, posisi Indonesia justru dinilai cukup baik. Bahkan, ada yang bilang kita sedang berada di jalur yang tepat menuju kemandirian pangan.

Program pembangunan pertanian yang digulirkan sekarang ini nggak cuma fokus naikin produksi semata. Tapi juga membangun sistem yang kuat, modern, dan tentu saja, berkelanjutan. Targetnya jelas: swasembada pangan. Dan yang lebih ambisius lagi, menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Kita harus optimistis. Indonesia punya lahan, air, iklim dan sumber daya manusia. Kalau semua dimaksimalkan, swasembada sudah bukan mimpi, lumbung pangan dunia juga bukan hal yang mustahil,” ucap Mentan dengan penuh keyakinan.

Dua Strategi Utama: Intensifikasi dan Ekstensifikasi

Lalu, bagaimana caranya? Mentan Amran menyebut hasil strategi peningkatan produksi sudah mulai kelihatan. Tahun lalu, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan. Ini berkat program intensifikasi dan ekstensifikasi yang dijalankan secara bersamaan.

Intensifikasi dilakukan lewat peningkatan produktivitas lahan. Caranya? Pakai benih unggul, mekanisasi pertanian, pompanisasi, dan meningkatkan indeks pertanaman. Sederhananya, mengoptimalkan apa yang sudah ada.

Di sisi lain, ekstensifikasi jalan dengan membuka lahan baru. Program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa digenjot untuk menciptakan sumber produksi baru.

“Mandiri mutlak, swasembada mutlak. Kita tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan yang ada, tetapi juga membuka lahan baru melalui cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa. Semua harus kita optimalkan. Produksi harus naik secara signifikan,” ujarnya.

Menurut Amran, ada dua langkah utama yang jadi pilar untuk mempertahankan swasembada ini. Pertama, deregulasi. Kedua, transformasi pertanian dari tradisional menuju modern. Dua hal inilah kunci agar produksi pertanian nasional bisa bertahan menghadapi tantangan global yang makin kompleks.

“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada berkelanjutan. Keluar dari permasalahan geopolitik kita terus benahi aturan, deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern kita masifkan,” pungkasnya.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar