Di sisi lain, upaya penanganan dari kepolisian dilakukan cepat. Personel Polsek Tamalate segera bergerak setelah mendapat laporan warga. Sayangnya, saat mereka tiba di lokasi, pelaku sudah kabur menggunakan sepeda motor. Tidak hanya mengejar pelaku, polisi juga mengambil langkah antisipatif. Mereka mengevakuasi keluarga pelaku ke Mapolsek untuk mencegah kemungkinan aksi balasan dari keluarga korban langkah yang dianggap perlu mengingat rumitnya hubungan keluarga dalam kasus ini.
Kapolsek Tamalate, Kompol Muh Thamrin, membenarkan insiden berbahaya itu terjadi pada Kamis (19/3/2026). Dia menekankan betapa disayangkannya kasus yang melibatkan hubungan sedarah ini.
“Ini sangat disayangkan karena korban dan pelaku masih memiliki hubungan keluarga sebagai kakak ipar. Kami sudah mengamankan barang bukti dan saat ini masih memburu pelaku,”
tegas Thamrin.
Hingga kini, penyelidikan terus berjalan. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan mendalami motif sebenarnya di balik ancaman parang yang berakhir tragis itu. Masyarakat setempat pun berharap kasus ini segera menemukan titik terang, agar keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan keadilan dan ketenangan.
Artikel Terkait
Pemprov Kaltim Pastikan Dana Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Dikembalikan
PSSI Umumkan 24 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series, Klok dan Egy Tak Masuk
Wali Kota Makassar Ajak Warga Pererat Silaturahmi di Idul Fitri
Menteri Amran Gelar Open House dan Ziarah Keluarga di Kampung Halaman Bone