Spontan, sorak riuh dan tepuk tangan warga yang menunggu berbuka pun terdengar. Aksi dadakan itu benar-benar mengejutkan, tapi dalam arti yang baik. Si pedagang, yang dagangannya ludes seketika, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.
"Terima kasih puang," ujarnya, tersipu.
Langkah sederhana itu punya efek ganda. Di satu sisi, tentu saja membantu pedagang kecil. Di sisi lain, bagi warga yang hadir, itu adalah bentuk kepedulian yang langsung terasa di bulan Ramadan. Suasana ngabuburit jadi lebih semarak.
Kehadiran pejabat tinggi di tengah keriuhan warung takjil, menurut sejumlah saksi, terasa lebih manusiawi. Bukan sekadar seremonial. Kedekatan itu yang dirindukan, dan sore itu terasa sekali. Pemerintah dan warga, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, menunggu waktu berbuka bersama.
Artikel Terkait
KPK Tahan Mantan Stafsus Menag Gus Alex Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji
BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75% untuk Antisipasi Dampak Gejolak Global
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana