Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga

- Selasa, 17 Maret 2026 | 19:00 WIB
Mentan Amran Borong Takjil Pedagang di Bone, Bagikan Gratis ke Warga

Spontan, sorak riuh dan tepuk tangan warga yang menunggu berbuka pun terdengar. Aksi dadakan itu benar-benar mengejutkan, tapi dalam arti yang baik. Si pedagang, yang dagangannya ludes seketika, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

"Terima kasih puang," ujarnya, tersipu.

Langkah sederhana itu punya efek ganda. Di satu sisi, tentu saja membantu pedagang kecil. Di sisi lain, bagi warga yang hadir, itu adalah bentuk kepedulian yang langsung terasa di bulan Ramadan. Suasana ngabuburit jadi lebih semarak.

Kehadiran pejabat tinggi di tengah keriuhan warung takjil, menurut sejumlah saksi, terasa lebih manusiawi. Bukan sekadar seremonial. Kedekatan itu yang dirindukan, dan sore itu terasa sekali. Pemerintah dan warga, duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, menunggu waktu berbuka bersama.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar