Koperasi Desa Merah Putih Diapresiasi Jadi Pemasok Program Makan Bergizi

- Minggu, 07 Desember 2025 | 19:10 WIB
Koperasi Desa Merah Putih Diapresiasi Jadi Pemasok Program Makan Bergizi

Di tengah upaya menggerakkan ekonomi desa, Kementerian Koperasi dan UKM kembali menekankan peran vital Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Salah satu peluang konkret yang sedang digarisbawahi adalah menjadi pemasok bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis. Peluang ini dinilai sangat strategis.

Hal itu diungkapkan Deputi Pengembangan Usaha Kemenkop, Panel Barus, dalam sebuah forum kemitraan di Bali. Forum yang membahas hilirisasi komoditas unggulan ini digelar bersama Dinas Koperasi setempat.

Menurut Panel, para pengurus koperasi harus jeli melihat peluang dan membangun jaringan. Kemitraan dengan BUMN maupun perusahaan swasta jadi kunci.

"Bapak Presiden telah menandatangani Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata kelola Penyelenggaraan Program MBG. Pasal 38 Perpres tersebut jelas menyebutkan bahwa penyediaan bahan baku memprioritaskan produk lokal dengan melibatkan Koperasi dalam rantai pasok dan logistiknya,"

kata Panel dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/12/2025).

Ia menambahkan, kehadiran Kopdes Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo Subianto adalah langkah strategis untuk mengatasi kemiskinan. Data BPS Maret 2025 cukup menohok: sekitar 23,85 juta penduduk miskin, dan lebih dari separuhnya tinggal di pedesaan. Inilah yang ingin dijawab.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat payung hukumnya lewat Inpres No. 17 Tahun 2025. Inpres ini fokus pada percepatan pembangunan gerai dan gudang untuk koperasi.

"Tersedianya sarana gedung, gerai dan transportasi, akan menjadi modal dasar," tambahnya.

Infrastruktur itu nantinya bakal jadi tulang punggung untuk distribusi barang dan hilirisasi produk lokal. Hingga saat ini, sudah terbentuk lebih dari 82 ribu Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia. Bali sendiri punya 718 unit.

Nah, Bali sebenarnya punya banyak komoditas andalan. Misalnya beras premium dari Tabanan yang dikembangkan KUD Rejasa. Lalu ada kakao Jembrana yang berpotensi jadi cokelat kelas tinggi. Kopi Arabika Bali juga bisa dikemas lebih modern, dari bubuk kopi hingga minuman siap saji.

Tak ketinggalan sektor perikanan, seperti di Seraya Timur, Karangasem. Hasil tangkapan nelayan di sana bisa ditingkatkan nilai jualnya melalui pengolahan lanjutan.

Panel juga menekankan, sinergi dengan pihak lain mutlak diperlukan.

"Melalui forum ini, terbuka peluang kerja sama antara Koperasi Nelayan dan KDKMP dengan PLN Icon Plus dan mitra swasta lainnya, baik dalam pengembangan usaha, dukungan infrastruktur, maupun integrasi rantai pasok untuk Program Makan Bergizi Gratis,"

jelasnya.

Ia pun mengajak semua pengurus di Bali untuk lebih aktif. Ikuti pembinaan, kejar kemitraan, dan kembangkan unit hilirisasi sesuai keunikan potensi desa masing-masing. Semuanya demi satu tujuan: menguatkan ekonomi dari akar rumput.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler