Desakan agar polisi segera mengusut penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dari KontraS makin keras terdengar. Kasus yang terjadi Kamis malam lalu di Salemba itu dinilai bukan sekadar tindakan kriminal biasa.
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), yang mendampingi korban, mendesak penangkapan pelaku lapangan dalam waktu kurang dari tujuh hari. Menurut mereka, bukti yang ada sudah cukup.
Perwakilan TAUD, Alghiffari Aqsa, bersikeras bahwa serangan ini terencana.
Sebagai kuasa hukum, Alghiffari menduga kuat ada aktor intelektual di baliknya. Polanya, menurutnya, terlalu rapi untuk dilakukan seorang diri.
Ia mendesak penyelidikan tidak berhenti pada pelaku di lapangan saja. Pihak yang merencanakan dan mendanai, kata dia, harus diungkap sampai tuntas.
Di sisi lain, proses olah TKP juga disorot. Ada satu barang bukti krusial sebuah gelas atau botol yang sempat terlewat. Barang itu baru diamankan setelah ditemukan oleh koalisi masyarakat sipil dan diserahkan ke polisi.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang
Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Soal Desain Matang Jika WFH Dilanjutkan