Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan

- Senin, 16 Maret 2026 | 18:00 WIB
Pemerintah Gandeng Ansor Jateng Garap Program Brigade Pangan

“Silakan dipilih komoditas yang cocok dan punya lahannya,” ajak Sudaryono.

“Laporkan melalui pengurus Ansor, nanti bibitnya kita siapkan gratis. Mau seratus hektare, seribu hektare, semuanya bisa kita dukung.”

Harapannya, GP Ansor bisa jadi mitra strategis yang efektif. Bukan sekadar penerima program, tapi juga menjadi perpanjangan tangan pemerintah di lapangan. Menjadi mata dan telinga, sekaligus penyambung lidah yang menyampaikan program hingga ke akar rumput.

“Saya berharap GP Ansor bisa menjadi mata, telinga, dan penyambung lidah pemerintah pusat, khususnya dalam menyampaikan program-program pertanian kepada masyarakat,” tambahnya.

Bagaimana tanggapan dari Ansor sendiri? Sambutannya ternyata sangat positif.

Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Shidqon Prabowo, menyatakan kesiapan organisasinya untuk bersinergi. Menurutnya, kolaborasi semacam ini sejalan dengan komitmen Ansor sebagai pelayan masyarakat.

“Ansor memiliki komitmen sebagai khadimul ummah atau pelayan masyarakat,” ujar Shidqon.

“Karena itu, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, termasuk dengan Kementerian Pertanian, untuk mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.”

Shidqon juga membeberkan bahwa kader-kader Ansor di Jateng sebenarnya sudah tak asing dengan kerja-kerja produktif di lapangan. Misalnya, pengembangan pertanian hortikultura seperti penanaman alpukat di Boyolali. Belum lagi aktivitas di ranah sosial, mitigasi bencana, dan pelayanan masyarakat melalui berbagai lembaga yang dimiliki.

Jadi, kolaborasi ini seperti menemukan jalur yang tepat. Pemerintah punya program dan anggaran, sementara Ansor punya jaringan dan kader di basis paling bawah. Sinergi ini diharapkan tak cuma menguatkan peran pemuda di sektor pertanian, tapi juga mendorong terwujudnya swasembada pangan yang lebih cepat dan berkelanjutan. Semua bergerak, dari pusat hingga ke pelosok desa.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar