Memang, ide kreatif ini langsung disambut positif oleh banyak warganet. Mereka melihatnya sebagai sentuhan pelayanan yang ramah dan upaya nyata menciptakan nuansa Lebaran yang lebih personal di tengah keramaian bandara.
Namun begitu, tak semua komentar mulus. Beberapa netizen justru menyoroti mekanisme pembagiannya. Mereka mempertanyakan, bagaimana dengan penumpang yang tidak membawa bagasi kabin? Mereka kan tidak akan melewati area conveyor belt itu. Jadi, apakah mereka kehilangan kesempatan dapat hampers?
Pertanyaan yang valid, sih. Tapi terlepas dari itu, respons umumnya tetap hangat. Momentum mudik selalu jadi periode sibuk dan seringkali melelahkan. Kehadiran bingkisan sederhana di antara deretan koper itu, setidaknya, berhasil menyelipkan senyum dan kejutan bagi banyak orang.
Pada akhirnya, inisiatif seperti ini memang tidak mengubah perjalanan secara drastis. Tapi ia berhasil memberi warna. Sebuah usaha kecil dari pengelola bandara untuk membuat momen kepulangan para perantau jadi sedikit lebih berkesan dan yang paling penting terasa seperti pulang ke rumah.
Artikel Terkait
Kue Bolu Bantat untuk Siswa SD Pangkep Kembali Soroti Pengawasan Program Gizi
Lille Kalahkan Rennes 2-1 di Roazhon Park, Perkuat Posisi di Papan Atas
AVC Tetapkan Grup Champions Club Asia 2026, Indonesia Jadi Tuan Rumah dengan Dua Wakil
Simon Grayson Resmi Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia